JAKARTA, GEMADIKA.com – Hari Raya Iduladha identik dengan pembagian daging kurban dalam jumlah besar. Namun, masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya penanganan daging yang tepat, salah satunya kebiasaan mencampur daging dan jeroan dalam satu wadah.
Padahal, kebiasaan tersebut berpotensi meningkatkan risiko kontaminasi bakteri yang dapat berdampak pada kesehatan.
Jeroan memiliki karakteristik berbeda dibandingkan daging biasa. Bagian seperti usus dan babat, yang termasuk dalam jeroan hijau, berhubungan langsung dengan sistem pencernaan hewan sehingga lebih rentan terpapar bakteri.
Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementerian Pertanian, drh Ira Firgorita, menegaskan pentingnya memisahkan daging dan jeroan sejak awal distribusi.
“Daging dan jeroan itu dipisah. Bahkan jeroan merah dengan jeroan hijau itu juga perlu dibedakan,” jelasnya dalam Webinar Paman Kece Seri 6: Mengolah Daging Kurban yang Aman.
Risiko Kontaminasi Lebih Tinggi pada Jeroan
Jeroan hijau, seperti usus dan babat, memiliki risiko kontaminasi lebih tinggi karena bersentuhan langsung dengan sisa makanan dan kotoran di dalam tubuh hewan. Oleh karena itu, penanganannya harus lebih hati-hati.
Selain itu, pencampuran jeroan dengan daging segar dapat memicu kontaminasi silang. Bakteri dari jeroan bisa berpindah ke daging yang sebenarnya masih bersih, terutama jika disimpan dalam satu wadah.
Tak hanya itu, jeroan juga menghasilkan cairan yang lebih mudah menyebar dan mencemari bahan makanan lain di sekitarnya.
Penelitian dalam Journal of Advanced Veterinary Research tahun 2024 bahkan menemukan bahwa kontaminasi bakteri dari keluarga Enterobacteriaceae lebih banyak terdapat pada jeroan dibandingkan daging otot. Bakteri ini mencakup mikroorganisme berbahaya seperti Escherichia coli dan Salmonella yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan.
Cara Aman Mengolah Daging Kurban
Untuk mengurangi risiko tersebut, para ahli menyarankan beberapa langkah sederhana namun penting:
- Pisahkan daging, jeroan merah, dan jeroan hijau sejak proses distribusi
- Rebus jeroan hijau terlebih dahulu sebelum dibagikan atau diolah
- Gunakan wadah, pisau, dan talenan yang berbeda untuk daging dan jeroan
- Segera simpan daging di kulkas atau freezer untuk menghambat pertumbuhan bakteri
Selain itu, penting untuk tidak membiarkan daging dan jeroan terlalu lama berada di suhu ruang, karena kondisi tersebut dapat mempercepat pertumbuhan bakteri.
Dengan penanganan yang tepat, daging kurban tidak hanya aman dikonsumsi, tetapi juga tetap terjaga kualitas gizinya. Edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam mengelola daging kurban, sehingga manfaat Iduladha dapat dirasakan tanpa risiko kesehatan.
Dilansir dari Detikhelt




