MAKKAH, GEMADIKA.com – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Muhammad Firdaus Akhlan (72), jemaah haji asal embarkasi Jakarta yang sebelumnya dilaporkan hilang di Makkah, Arab Saudi, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Firdaus ditemukan oleh tentara Arab Saudi yang sedang melakukan patroli pada Jumat dini hari (22/5/2026) sekitar pukul 02.00 waktu setempat di kawasan sekitar Jabal Kuday, Makkah.
“Lokasi penemuan di sekitar Jabal Kuday atau sekitar 1,5 sampai 2 kilometer dari pemondokannya,” ungkap Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Linjam) Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muftiono.
Setelah ditemukan, jenazah Firdaus langsung diserahkan kepada pihak kepolisian Arab Saudi dan tim forensik untuk proses identifikasi lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, ciri-ciri jenazah sesuai dengan identitas Firdaus yang diketahui meninggalkan pemondokannya di sektor 9 Misfalah sejak 15 Mei 2026.
Saat ditemukan, kondisi jenazah diperkirakan telah meninggal sekitar empat hingga lima hari. Meski tubuh mengalami perubahan warna akibat cuaca panas ekstrem di Makkah, pakaian serta gelang identitas haji masih melekat dan dapat dikenali.
“Meski demikian (jenazah) masih utuh dan dapat dikenali,” kata Muftiono.
Proses identifikasi juga diperkuat melalui pemeriksaan gelang haji, data visa, paspor, hingga konfirmasi langsung dari istri almarhum, Nafsiah Nawan.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah RI, Moh. Hasan Afandi, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Firdaus.
“Bapak Firdaus telah ditemukan dalam keadaan wafat. Innalillahi wa innailaihi rajiun,” ujarnya dalam konferensi pers di Makkah.
Pemerintah Indonesia memastikan seluruh hak almarhum sebagai jemaah haji tetap dipenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji oleh petugas haji.
“Badal haji dilakukan oleh petugas haji,” jelas Hasan.
Sebelumnya, Firdaus dilaporkan hilang setelah meninggalkan penginapannya pada 15 Mei 2026. Berdasarkan rekaman CCTV, ia terlihat keluar mengenakan kaus putih dan sarung hitam saat kondisi hotel sedang sepi karena sebagian besar jemaah tengah melaksanakan salat Jumat.
Setelah menerima laporan kehilangan pada 16 Mei 2026 melalui aplikasi Kawal Haji, Kementerian Haji dan Umrah RI bersama petugas haji langsung membentuk tim pencarian. Penyisiran dilakukan di sekitar hotel, Masjidil Haram, hingga sejumlah rumah sakit di Kota Makkah dan sekitarnya.
Pihak PPIH juga mengimbau seluruh jemaah untuk saling peduli, terutama terhadap jemaah lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas agar kejadian serupa tidak terulang.
“Jika melihat jemaah lain berjalan seorang diri, tampak kebingungan, dan kelelahan sebaiknya disapa dan ditolong,” kata Hasan.




