SIBOLGA, GEMADIKA.com — Oknum Kepala SPPG Aek Parombunan 2, Sibolga Selatan, berinisial ABRI menjadi sorotan publik setelah diduga terlibat aktivitas judi online serta membawa seorang wanita ke lingkungan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kasus tersebut viral di media sosial dan memicu reaksi keras dari masyarakat. Menanggapi polemik yang berkembang, ABRI akhirnya buka suara melalui akun media sosial pribadinya dan menyampaikan permintaan maaf kepada publik.
“Terkait video yang viral di media sosial dan pemberitaan, izinkan saya memberi klarifikasi di akun media pribadi saya karena saya tak punya media berita apa pun. Saya sadar apa yang terjadi saat ini. Saya teguh dengan pilihan saya. Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat atas sifat buruk dan kelakuan saya,” tulisnya.
Dalam klarifikasinya, ABRI mengakui peristiwa tersebut memang terjadi sekitar Maret hingga April 2026. Ia juga mengaku telah memperkirakan video tersebut akan viral, meski tidak menyangka akan kembali memicu polemik besar di tengah masyarakat.
ABRI menyebut persoalan itu sebelumnya telah diselesaikan dengan pihak terkait dan telah dibuatkan surat pernyataan. Selain itu, ia juga mengaku mengalami tekanan dan ancaman dari pihak tertentu selama menjalankan tugas di dapur SPPG.
Menurut pengakuannya, tekanan tersebut membuat dirinya tidak dapat menjalankan standar operasional prosedur (SOP) program MBG secara maksimal sesuai ketentuan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Meski telah menyampaikan permintaan maaf, respons publik di media sosial justru semakin keras. Banyak warganet menilai klarifikasi yang disampaikan tidak menunjukkan penyesalan secara penuh dan dianggap berupaya mengalihkan persoalan utama.
Sejumlah masyarakat pun mendesak agar yang bersangkutan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala SPPG Aek Parombunan 2, Sibolga Selatan.




