BLITAR, GEMADIKA.com — Dunia olahraga Kota Blitar diwarnai kontroversi yang mengundang banyak perhatian publik. Mantan Wali Kota Blitar dua periode sekaligus mantan narapidana kasus korupsi dan perampokan, M. Samanhudi Anwar, resmi terpilih sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar untuk periode 2026–2030.
Pemungutan suara secara tertutup digelar pada Selasa (19/5/2026). Samanhudi berhasil mengamankan kursi ketua setelah meraih 22 suara dalam proses pemilihan tersebut.
Rekam Jejak Hukum yang Panjang
Nama Samanhudi bukan asing di dunia hukum. Pada 2018, ia divonis 5 tahun penjara dan dicabut hak politiknya selama 5 tahun atas kasus korupsi. Belum lama setelah bebas, pada 2023 ia kembali dijatuhi vonis 2 tahun penjara terkait kasus perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso.
Rekam jejak inilah yang memicu gelombang penolakan keras dari masyarakat sebelum pemilihan berlangsung.
Demo MAKI Blitar Tak Mampu Hentikan Pencalonan
Sehari sebelum pemilihan, aliansi Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Blitar Raya menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak pencalonan Samanhudi. Namun aksi tersebut tidak berhasil menghentikan proses pemilihan.
Samanhudi: Regulasi Sudah Berubah, Pencalonan Sah
Menanggapi gelombang penolakan dan aksi demonstrasi yang mewarnai proses pencalonannya, Samanhudi bersikap tenang dan menegaskan bahwa langkahnya sepenuhnya sah secara hukum.
Ia menjelaskan bahwa regulasi lama yakni Permenpora No. 14 Tahun 2024 yang melarang mantan narapidana menjabat sebagai ketua KONI telah resmi dicabut dan digantikan oleh Permenpora No. 7 Tahun 2025 yang diterbitkan oleh mantan Menpora Erick Thohir. dan aturan baru tersebut tidak lagi memuat larangan serupa.
“Kemarin didemo, saya tertawa. Saya tahu diri, saya orang hukum. Karena boleh (secara aturan), ya saya mencalonkan diri,” ujar Samanhudi saat memberikan keterangan, Jumat (22/5/2026).
Terpilihnya Samanhudi sebagai Ketua KONI Kota Blitar ini dipastikan akan terus menjadi perbincangan panas di kalangan masyarakat, aktivis anti-korupsi, dan pemerhati olahraga daerah. Publik kini menunggu langkah konkret yang akan diambil selama kepemimpinannya di dunia olahraga Kota Blitar.




