BANDUNG, GEMADIKA.com — Kasus penganiayaan terhadap seorang bobotoh asal Jampang, Sukabumi, saat konvoi kemenangan Persib Bandung beberapa waktu lalu terus berlanjut. Meski sempat dilakukan mediasi antara pihak korban dan pelaku, korban akhirnya memilih tetap menempuh jalur hukum.

Insiden tersebut terjadi di Jalan Kota Bandung saat perayaan konvoi Persib Juara berlangsung. Korban yang diketahui mengendarai sepeda motor RX King diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah oknum bobotoh.

Keputusan korban untuk melanjutkan proses hukum menjadi sorotan publik, mengingat kasus ini sempat viral di media sosial dan menuai kecaman dari berbagai pihak.

Sementara itu, Viking Persib Club secara resmi menyampaikan permintaan maaf sekaligus mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oknum anggotanya.

Baca juga :  Aksi Ormas di Kuningan Resahkan Warga, Diduga Lakukan Sweeping dan Intimidasi ke Rumah Kontrakan

“Viking Persib Club mengecam dan mengutuk keras kejadian tersebut karena kejadian tersebut tidak dapat dibenarkan dan ditolelir (salah tetap salah / tidak akan membela yang salah),” tulis pernyataan resmi Viking Persib Club.

Organisasi suporter terbesar Persib Bandung itu juga mengungkap hasil penelusuran internal terkait identitas para terduga pelaku.

“Dari hasil penelusuran, terduga pelaku adalah anggota yang berasal dari distrik Viking Frontline dan distrik United Colors of Bobotoh,” ujarnya.

Meski demikian, pihak Viking menegaskan bahwa tindakan brutal tersebut tidak mewakili sikap organisasi secara keseluruhan.

“Sikap dari individu tersebut sama sekali tidak mewakili sikap organisasi secara keseluruhan karena kegiatan pawai dari Viking Persib Club kemarin secara keseluruhan berlangsung tertib, damai dan penuh kegembiraan,” lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga :  Prabowo Beri Taklimat kepada 1.000 Perwira Siswa TNI-Polri di Seskoad Bandung

Sebagai bentuk tanggung jawab organisasi, Viking Persib Club mengaku telah memberikan sanksi internal terhadap para pelaku dan meminta mereka bertanggung jawab langsung kepada korban.

“Sanksi internal untuk pelaku, kami dari Viking Persib Club telah memanggil yang bersangkutan untuk diminta bertanggung jawab dan menemui keluarga korban secara langsung,” pungkasnya.

Kasus ini menjadi pengingat penting agar euforia kemenangan sepak bola tidak berubah menjadi tindakan kekerasan yang merugikan sesama suporter maupun masyarakat umum.

Pihak kepolisian hingga kini masih mendalami kasus tersebut dan memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami