BANDUNG, GEMADIKA.com – Nasib pengelolaan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo memasuki babak baru. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung resmi membuka kembali proses lelang pemanfaatan aset tersebut setelah lelang tahap pertama dinyatakan gagal.
Lelang tahap kedua ini telah bergulir sejak awal Mei 2026 dengan menggunakan skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP). Dalam dokumen resmi, kerja sama pengelolaan Bandung Zoo akan berlangsung selama 26 tahun.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa proses penentuan pemenang kini memasuki tahap akhir setelah melalui koordinasi dengan Kementerian Kehutanan.
“Bandung Zoo itu insyaallah akan segera diumumkan segera pemenangnya. Saya sudah selesai melakukan diskusi dengan Kementerian Kehutanan,” kata Farhan, Rabu (27/5/2026).
“Kementerian Kehutanan sudah memberikan penilaiannya, insyaallah pada tanggal 1-3 Juni, saya akan mendapatkan kabar dari Kementerian Kehutanan pemenang yang pasti yang mendapatkan izin lembaga konservasi,” ungkapnya.
Tiga Kandidat Kuat Bertarung
Persaingan dalam lelang ini dipastikan berlangsung ketat. Dari sejumlah peminat awal, kini hanya tersisa tiga kandidat kuat yang masuk tahap akhir.
Ketiga lembaga konservasi tersebut adalah pengelola Gembira Loka Zoo Yogyakarta, Taman Safari Indonesia, dan Faunaland Jakarta. Ketiganya dikenal sebagai pemain besar dalam pengelolaan kebun binatang dan konservasi satwa di Indonesia.
“Yang tiga kemarin itu gini. Jadi kan memang administrasi pisan (banget) yah. Tiga kemarin udah dibuka, kemudian dilakukan negosiasi ulang. Negosiasi ulangnya berarti kan untuk mengubah dokumen lelang. Nah untuk mengubah dokumen lelang, tidak dengan serta-merta bisa diubah, tetapi harus diajukan kembali dalam bentuk lelang ulang. Memang peraturan menteri dalam negeri seperti ini,” beber Farhan.
“Jadi ini mah tinggal urusan administrasi aja. Tiga calon kuat itu yang pertama ada Gembira Loka. Kemudian dari Faunaland dari Jakarta, terus Taman Safari,” imbuhnya.
Jadwal Penentuan Pemenang
Berdasarkan jadwal terbaru, tahapan lelang ulang dimulai sejak 26 Mei 2026. Proses ini akan dilanjutkan dengan penjelasan tender pada 3 Juni 2026, diikuti pemasukan dokumen penawaran pada 4 Juni 2026.
Selanjutnya, pelaksanaan tender dijadwalkan pada 8 Juni 2026, dengan penetapan pemenang pada 9 Juni 2026. Penandatanganan kerja sama direncanakan berlangsung pada 12 Juni 2026.
“Yang sudah mengajukan itu nanti finalnya Insyaallah, mudah-mudahan antara tanggal 5 sampai tanggal 12 Juni yang saya tahu ya. Itu nanti segera diumumkan,” pungkasnya.
Harapan Pengelolaan Baru
Lelang ulang ini diharapkan mampu menghadirkan pengelola profesional yang tidak hanya meningkatkan kualitas fasilitas, tetapi juga memperkuat fungsi konservasi dan edukasi di Bandung Zoo.
Dengan masuknya tiga nama besar dalam tahap akhir, publik kini menantikan siapa yang akan dipercaya mengelola salah satu ikon wisata dan konservasi di Kota Bandung tersebut dalam jangka panjang.
Dilansir dari Detik Jabar.




