PURWOREJO, GEMADIKA.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak di seluruh wilayah kabupaten, Kamis (21/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertemuan Jati Indah ini menjadi bagian penting dari proses reorganisasi dan regenerasi kepengurusan partai di tingkat kecamatan.
Musancab yang digelar secara tertutup tersebut menghasilkan pengukuhan jajaran Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) di 16 kecamatan. Nama-nama yang dikukuhkan antara lain Jaka Hartana (Kaligesing), Marmila (Bagelen), Suwarto (Purwodadi), Alipman (Banyuurip), Ganang (Kutoarjo), Pamuji (Grabag), Sucipto (Gebang), Rendi (Loano), Timbul Susilo (Bener), Pancolo (Bruno), Dimas S Aji (Purworejo), Sugi Handoko (Ngombol), Murwanto (Bayan), Riski (Kemiri), Gus Sukron (Butuh), dan Nirman (Pituruh).
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Purworejo yang juga Wakil Bupati Purworejo, Dion Agasi Setiabudi, menegaskan bahwa Musancab merupakan agenda rutin lima tahunan sebagai bentuk penyegaran organisasi.
“Kegiatan hari ini kita melakukan reorganisasi melalui Musyawarah Anak Cabang. Ini agenda rutin lima tahunan. Organisasi tentu membutuhkan reorganisasi dan regenerasi, sehingga ada pergeseran dan pergantian kepengurusan di tingkat kecamatan,” kata Dion.
Ia menjelaskan, proses penjaringan calon Ketua PAC telah dimulai sejak Februari hingga Maret 2026 melalui usulan dari tingkat desa dan ranting. Dari total 127 nama yang diusulkan, sebanyak 64 orang mengikuti tahapan seleksi, mulai dari tes tertulis, Computer Assisted Test (CAT), psikotes, hingga wawancara.
“Hasil dari seluruh tahapan itu kemudian menghasilkan tiga nama di setiap kecamatan sebagai calon ketua, sekretaris, dan bendahara yang ditetapkan oleh DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah,” jelasnya.
Dion menambahkan, pengurus PAC yang baru memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan proses reorganisasi hingga tingkat desa atau ranting pada Juni mendatang. Selain itu, kader partai juga diminta aktif dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat.
“Kami meminta seluruh kader untuk mendata kondisi masyarakat, termasuk rumah warga yang tidak layak huni dan kondisi ekonomi masyarakat. Selain itu, kader juga harus membantu masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, seperti penderita gagal ginjal, jantung, atau penyakit menahun lainnya,” ungkapnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, DPC PDI Perjuangan Purworejo juga rutin menggelar kegiatan sosial setiap tanggal 10 setiap bulan secara bergilir di berbagai kecamatan, seperti pembagian makan gratis dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Kegiatan Musancab tersebut turut dihadiri oleh anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Sofwan Dedy Ardyanto, Vita Ervina, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, DPRD Kabupaten Purworejo, serta jajaran pengurus partai. Total peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 1.700 orang.
Sofwan Dedy Ardyanto menegaskan bahwa Musancab merupakan bagian dari konsolidasi partai untuk memperkuat struktur hingga ke tingkat akar rumput.
“Keunggulan PDI Perjuangan adalah kekuatan barisan partai sampai tingkat desa. Karena itu, penataan struktural menjadi prioritas agar partai tetap solid dalam menjalankan agenda-agenda kepartaian,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi proses penjaringan pengurus PAC yang dinilai berjalan kondusif dan mengedepankan musyawarah mufakat.
“Dinamika dan gesekan dalam organisasi itu wajar, tetapi yang patut diapresiasi adalah semua proses berjalan dewasa dan mengutamakan musyawarah. Cerita-cerita konflik seperti dulu sudah tidak ada,” katanya.
Sofwan berharap kepengurusan baru dapat menjaga soliditas partai dan terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjelang agenda politik.
“PAC dan ranting harus terlibat langsung dalam menerima dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Tugas ideologi kepartaian itu harus berjalan setiap saat, bukan hanya menjelang Pemilu 2029,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Dion Agasi mengajak seluruh kader untuk tetap bersatu pasca reorganisasi.
“Yang namanya reorganisasi pasti ada yang gembira dan ada yang kecewa. Tapi semua harus kembali disatukan dan disolidkan demi perjuangan yang lebih besar, yakni menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan memperjuangkan kaum marhaen di Kabupaten Purworejo,” pungkasnya.(Ponco)




