MAMUJU, GEMADIKA.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Hal ini ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Gerakan Kembali ke Sekolah Tahun 2026 yang berlangsung di Hotel Maleo, Mamuju, Jumat (1/5/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Sulawesi Barat ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Junda Maulana, serta Widyaprada Ahli Utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Harris Iskandar.

Dalam kesempatan tersebut, Junda Maulana menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat telah membentuk Tim Penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) sebagai langkah konkret dalam memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat.

“Pemprov Sulbar sudah membentuk tim penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) yang bekerja dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Tim ATS ini sempat redup dan dibangkitkan kembali dibawah kepemimpinan Kepala Dinas Pendidikan yang baru,” kata Junda.

Baca juga :  Target 1.000 Wirausaha Muda per Tahun, Dispoparekraf Sulbar Genjot Semangat Kewirausahaan Pemuda

Ia mengakui bahwa penanganan anak tidak sekolah masih menjadi tantangan serius. Bahkan, terdapat kasus anak yang sebelumnya telah difasilitasi untuk kembali bersekolah, namun tidak menyelesaikan pendidikannya hingga tuntas.

“Ini menjadi atensi bersama, apalagi ditambah dukungan dari Kementerian Pendidikan RI tentu bersemangat lagi menjalankan program ini,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya mengembalikan anak ke bangku pendidikan merupakan bagian penting dalam menyongsong visi besar Indonesia menuju tahun 2045 atau Indonesia Emas.

“Untuk mencapai itu tentu pembangunan manusia dan inilah sementara kita kerjakan serta tanggung jawab bersama bagaimana menciptakan anak-anak emas di tahun 2045,” ujarnya.

Baca juga :  DKPPKB Sulbar Dorong Literasi Budaya Lokal, Naskah Peserta Disiapkan Tembus Perpustakaan Nasional

Lebih lanjut, Junda juga mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Barat menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, pertumbuhannya tercatat berada di atas rata-rata nasional, meski sempat mengalami perlambatan saat pandemi Covid-19.

“Jadi ada peningkatan signifikan, namun kita masih perlu kerja keras lagi agar bisa sejajar dengan provinsi berkembang lainnya. Akselerasi menjadi acuan kita bersama,” tandasnya.

Melalui rakor teknis ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan pusat dalam menekan angka anak tidak sekolah, sekaligus memastikan akses pendidikan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh anak di Sulawesi Barat.

Penulis : Antyka

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami