JAKARTA, GEMADIKA.com – Tekanan darah tinggi atau hipertensi yang dahulu identik dengan usia lanjut, kini mulai banyak ditemukan pada kalangan usia muda. Kondisi ini bahkan berpotensi meningkatkan risiko stroke jika tidak ditangani sejak dini.

Fenomena ini tak lepas dari perubahan gaya hidup modern yang penuh tekanan, mulai dari jam kerja panjang hingga kebiasaan menggunakan media sosial hingga larut malam.

Konsultan psikiater dewasa dan seksolog, Mouryadeep Ghatak, mengungkapkan bahwa stres kini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari tanpa disadari dampaknya terhadap tubuh.

“Tekanan darah telah sampai pada titik di mana stres telah begitu terintegrasi ke dalam kehidupan kita, sehingga kita hampir tak menyadari efek mendalam yang ditimbulkannya pada tubuh kita,” ujarnya.

Stres Picu Tekanan Darah Naik Diam-diamGaya hidup modern membuat sistem saraf terus aktif hampir sepanjang waktu. Tubuh pun merespons dengan memproduksi hormon stres secara berulang.

Jika kondisi ini berlangsung lama, dapat memicu peradangan dan menurunkan elastisitas pembuluh darah. Akibatnya, tekanan darah sulit kembali normal.

Baca juga :  Resep Nasi Kebuli Khas Timur Tengah, Aroma Rempahnya Bikin Selera Makan Naik

Kurang Tidur Perparah Kondisi JantungKurang tidur menjadi salah satu faktor utama yang memperburuk kondisi tersebut. Padahal, saat tidur, tubuh seharusnya mengalami penurunan tekanan darah sebagai bentuk pemulihan alami.

“Biasanya, seseorang mengalami penurunan tekanan darah saat tidur ketika jantung bisa beristirahat,” jelas Dr Ghatak.

Namun, paparan layar ponsel di malam hari dapat menghambat produksi melatonin, hormon yang membantu tubuh bersiap untuk tidur. Akibatnya, kualitas tidur menurun bahkan bisa berujung insomnia.

“Jika kurang tidur menjadi kebiasaan bagi seseorang, kadar hormon stresnya akan tetap tinggi, yang mengakibatkan penyempitan pembuluh darah secara terus menerus, dan ketidakmampuan untuk menurunkan tekanan darah di malam hari,” tambahnya.

Stres Juga Mengubah Gaya Hidup

Selain memengaruhi hormon, stres juga berdampak pada perilaku sehari-hari. Banyak orang cenderung:

Jarang berolahraga
Mengonsumsi makanan olahan
Merokok atau minum alkohol
Kurang aktivitas fisik

Baca juga :  Prabowo Pertahankan Kapolri Listyo Sigit, DPR Sebut Polri Dinilai Mampu Jaga Stabilitas Nasional

Kebiasaan ini semakin meningkatkan risiko Hipertensi yang sering berkembang tanpa gejala.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention, tekanan darah tinggi kerap tidak menunjukkan tanda jelas. Banyak penderita baru menyadari setelah muncul komplikasi serius seperti stroke atau gangguan organ.

“Orang yang mengalami stres bahkan tidak menyadari bahwa faktor ini memengaruhi jantung, ginjal, pembuluh darah, dan otak mereka sampai kerusakan mulai menimbulkan gejala fisik,” ujarnya.

Imbauan: Kelola Stres dan Perbaiki Pola Hidup

Untuk mencegah hipertensi sejak dini, masyarakat disarankan mulai menerapkan pola hidup sehat, seperti:

Mengatur waktu istirahat yang cukup
Mengurangi penggunaan gadget di malam hari
Rutin berolahraga
Mengelola stres dengan baik

Dengan langkah sederhana tersebut, risiko penyakit serius dapat ditekan, terutama di usia produktif.

Dilansir dari Detikhelt.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami