LOMBOK BARAT, GEMADIKA.com – Sebuah video yang memperlihatkan seorang ayah membakar ijazah serta perlengkapan sekolah anak perempuannya viral di media sosial dan memicu beragam tanggapan dari warganet. Peristiwa tersebut disebut terjadi di wilayah Pelangan, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Juni 2026.
Dalam video yang beredar luas, tampak seorang pria paruh baya meluapkan kekecewaannya setelah putrinya yang masih berstatus pelajar SMP diketahui hamil di luar nikah dan kemudian menikah di usia dini.
Tak hanya membakar dokumen pendidikan, pria tersebut juga terlihat menghanguskan sejumlah perlengkapan sekolah milik anaknya, mulai dari seragam putih-biru, tas sekolah, sepatu hingga buku-buku pelajaran.
Video tersebut pertama kali ramai dibagikan melalui akun media sosial dan menuai perhatian publik. Banyak warganet mengaku prihatin terhadap kondisi yang dialami keluarga tersebut, sementara sebagian lainnya menilai tindakan sang ayah merupakan bentuk luapan emosi akibat rasa kecewa yang mendalam.
Dalam rekaman video yang beredar, sang ayah juga menuliskan sebuah pesan yang menggambarkan kesedihan dan penyesalannya sebagai orang tua.
“Rasa kekecewaan orang tua gagal mendidik anak. Semoga tidak dialami sama teman-teman yang punya anak cewek masih sekolah. Cukup saya saja yang merasakannya,” tulisnya.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena melibatkan persoalan pendidikan, pernikahan usia dini, serta hubungan antara orang tua dan anak. Sejumlah pihak menilai kejadian ini menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dalam memberikan pendampingan dan pendidikan kepada anak-anak, terutama pada masa remaja.
Selain itu, kasus tersebut kembali memunculkan diskusi publik mengenai dampak pernikahan usia dini terhadap masa depan pendidikan anak. Banyak pihak berharap setiap persoalan keluarga dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik sehingga tidak berujung pada tindakan yang merugikan salah satu pihak.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai video yang viral tersebut. Namun, peristiwa ini telah menjadi perhatian luas masyarakat dan memicu berbagai pandangan mengenai pola pengasuhan, pendidikan remaja, serta pentingnya pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak.




Tinggalkan Balasan Batalkan balasan