JAKARTA, GEMADIKA.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus mendorong penguatan ekosistem self care atau swamedikasi yang aman dan bertanggung jawab melalui regulasi yang adaptif, kolaborasi lintas sektor, serta optimalisasi peran apoteker dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala BPOM Taruna Ikrar saat menghadiri kegiatan SwipeRx Indonesian Pharmacy Expo & Conference di The Kasablanka Hall, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menekankan bahwa praktik swamedikasi kini menjadi bagian penting dalam transformasi sistem kesehatan modern.

Menurut Taruna, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk mengelola kesehatan secara mandiri harus diimbangi dengan jaminan keamanan produk farmasi dan ketersediaan informasi kesehatan yang akurat.

“Memastikan masyarakat yang melakukan self-care memperoleh produk farmasi yang aman, bermutu, dan berkhasiat serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan. Peran regulator bukan untuk membatasi, melainkan membangun keseimbangan antara perlindungan masyarakat dan dukungan terhadap inovasi kesehatan,” ujarnya.

Baca juga :  Tren Lari Jadi Gaya Hidup Gen Z, Ahli Sebut Bisa Cegah Obesitas dan Diabetes

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, sebanyak 78,43 persen masyarakat Indonesia melakukan swamedikasi. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa pengawasan dan edukasi terkait penggunaan obat secara mandiri menjadi semakin penting.

Taruna menjelaskan, pelaksanaan swamedikasi yang aman memerlukan fondasi regulasi yang kuat guna mencegah penggunaan obat secara tidak rasional, penyalahgunaan obat, peredaran produk ilegal, hingga penyebaran informasi kesehatan yang menyesatkan.

Selain itu, BPOM juga menilai kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan tenaga kesehatan menjadi faktor penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk kesehatan yang aman dan berkualitas.

“Melalui kolaborasi, kita membangun sistem self care yang aman dan bertanggung jawab, dengan dukungan rantai distribusi yang andal, sistem pengawasan yang efektif, dan ketersediaan informasi yang terpercaya,” katanya.

Baca juga :  Viral Minum 11 Suplemen Sekaligus, Ahli Ingatkan Risiko Kelebihan Nutrisi

Dalam konferensi yang mengusung tema “Pharmacists at the Heart of Self Care” tersebut, Taruna turut menyoroti peran strategis apoteker sebagai garda terdepan dalam mendampingi masyarakat melakukan swamedikasi secara tepat.

Apoteker dinilai memiliki tanggung jawab penting dalam memastikan mutu produk farmasi, pengelolaan serta distribusi obat sesuai standar, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang aman dan rasional.

Selain menjadi penghubung antara sains dan pelayanan kesehatan, apoteker juga berperan menjembatani kebutuhan masyarakat dengan regulasi yang berlaku sehingga kualitas layanan kesehatan dapat terus meningkat.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami