JAKARTA, GEMADIKA.com – Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman membantah tudingan yang menyebut dirinya memiliki titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penegasan tersebut disampaikan Dudung menyusul munculnya isu yang mengaitkan namanya dengan polemik yang menyeret mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Menurut Dudung, keterlibatannya dalam program tersebut hanya sebatas membantu mempertemukan sejumlah pengurus pesantren dengan pihak BGN agar dapat memperoleh informasi dan kesempatan mengikuti program pemerintah.

“Ada berita Pak Dudung katanya punya titik melalui Pak Dadan. Saya informasikan, jadi beberapa bulan yang lalu, mungkin tujuh, enam bulan yang lalu, saya kan dekat dengan pesantren. Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar, itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren ya, untuk sebagai sasaran penerima manfaat. Karena di pesantren itu kan ada santrinya empat ribu, ada yang lima ribu, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya,” kata Dudung pada Rabu (10/6/2026).

Baca juga :  Pemerintah Tambah 430 Cagar Budaya Nasional, Perkuat Perlindungan Warisan Sejarah Indonesia

Dudung menjelaskan, para pengurus pesantren tersebut kemudian meminta bantuan untuk dikenalkan dengan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana.

Menanggapi permintaan itu, Dudung mengaku hanya menyampaikan informasi mengenai sejumlah pesantren yang dinilai telah siap secara administrasi dan memiliki jumlah santri yang besar sehingga berpotensi menjadi lokasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Baca juga :  Pemprov DKI Optimistis Jakarta Kian Kokoh sebagai Pusat Perfilman Nasional

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki dapur MBG maupun titik SPPG sebagaimana yang ramai diperbincangkan di sejumlah platform media sosial.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi pelajar dan kelompok penerima manfaat lainnya. Dalam pelaksanaannya, sejumlah pesantren di berbagai daerah juga menjadi bagian dari sasaran program tersebut karena memiliki jumlah santri yang cukup besar.

Dudung berharap masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi dan meminta agar persoalan tersebut dipahami secara utuh berdasarkan fakta yang ada.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami