JAKARTA, GEMADIKA.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta optimistis ibu kota akan semakin mengukuhkan posisinya sebagai pusat industri perfilman nasional. Optimisme tersebut didorong oleh pertumbuhan positif industri film Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan jumlah penonton serta semakin luasnya jangkauan pasar internasional bagi karya sineas Tanah Air.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan perkembangan industri kreatif, khususnya sektor perfilman, menjadi salah satu indikator bahwa karya anak bangsa memiliki daya saing tinggi di tingkat global.

Menurutnya, keberhasilan sejumlah film Indonesia yang mampu menembus pasar internasional membuktikan kualitas produksi nasional semakin diperhitungkan di dunia.

“Keberhasilan film Indonesia membuktikan industri kreatif nasional memiliki daya saing kuat dalam menghadapi persaingan global. Hak distribusi yang terjual ke banyak negara menunjukkan karya anak bangsa semakin diterima pasar internasional,” ujar Rano Karno, Rabu (10/6/2026).

Ia mencontohkan kesuksesan film Ghost in the Cell yang berhasil meraih jutaan penonton selama masa penayangannya. Tak hanya sukses di dalam negeri, film tersebut juga mampu memperluas distribusi ke berbagai negara dan kawasan internasional.

Baca juga :  Grab Bantah Rumor Hengkang dari Indonesia, Tegaskan Komitmen di Tengah Aturan Baru Ojol

Menurut Rano, pencapaian tersebut menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan industri perfilman nasional yang berkelanjutan. Selain itu, kualitas produksi film Indonesia dinilai semakin meningkat dan mampu bersaing di tengah ketatnya industri hiburan global.

Menariknya, ketika sejumlah negara mengalami penurunan jumlah penonton bioskop akibat perubahan pola konsumsi hiburan digital, Indonesia justru mencatat tren peningkatan penonton film di bioskop.

“Jumlah penonton film nasional mencapai angka tinggi dan menunjukkan potensi pasar yang terus berkembang pesat,” katanya.

Kondisi tersebut dinilai mampu menarik minat investor dan pelaku industri perfilman internasional untuk menjadikan Jakarta sebagai lokasi produksi maupun pengembangan industri kreatif.

Sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan industri perfilman, Pemprov DKI Jakarta saat ini tengah menyiapkan pembentukan Jakarta Film Commission. Lembaga tersebut diharapkan menjadi penggerak utama dalam memperkuat posisi Jakarta sebagai kota sinema dan pusat produksi film nasional.

Rano menjelaskan, Jakarta Film Commission nantinya akan memberikan berbagai kemudahan bagi para sineas, mulai dari proses perizinan hingga dukungan fasilitas produksi yang dibutuhkan.

Baca juga :  BGN Evaluasi Penerima MBG, Sekolah Mampu Berpotensi Dicoret demi Tepat Sasaran

Jakarta Film Commission dirancang untuk mendukung kebutuhan produksi dan meningkatkan daya saing perfilman Indonesia ke depannya. Pemerintah berharap semakin banyak karya bermutu lahir dari Jakarta melalui dukungan fasilitas yang tersedia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Lusiana Herawati, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah daerah masih mempersiapkan regulasi dan kelembagaan yang akan menjadi landasan operasional Jakarta Film Commission.

Menurutnya, proses tersebut dilakukan secara paralel dengan penyusunan berbagai kebijakan pendukung guna memperkuat ekosistem perfilman nasional.

“Kami sedang menyiapkan regulasi dan kelembagaan guna memperkuat dukungan terhadap industri perfilman nasional. Setelah seluruh persiapan selesai, insentif akan diberikan agar produksi film dalam negeri semakin berkembang,” kata Lusiana.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Pemprov DKI Jakarta berharap Jakarta tidak hanya menjadi pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga berkembang sebagai pusat industri kreatif dan perfilman nasional yang mampu melahirkan karya-karya berkualitas serta berdaya saing global.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami