SELAYAR, GEMADIKA.com – Tim gabungan lintas fungsi Polres Kepulauan Selayar bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat yang masuk melalui layanan darurat 110 terkait adanya aksi pelemparan rumah warga di wilayah Kota Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Respons cepat tersebut dilakukan setelah gangguan kamtibmas dilaporkan terjadi selama dua malam berturut-turut dan meresahkan warga sekitar.

Dalam penanganan tersebut, polisi mengamankan enam anak yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan. Seluruhnya diketahui masih berstatus di bawah umur.

Para anak kemudian dibawa ke Mapolres Kepulauan Selayar untuk dilakukan pendataan, pemeriksaan awal, serta pembinaan dengan tetap mengedepankan pendekatan perlindungan anak sesuai prosedur yang berlaku.

Baca juga :  Rp100 Miliar Disiapkan untuk Jembatan Kembar Barombong Makassar, Proyek Dipacu Atasi Kemacetan

Dari hasil pemeriksaan awal, sejumlah anak mengakui sempat mengonsumsi minuman beralkohol jenis bir sebelum melakukan aksi tersebut. Temuan ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian karena dinilai dapat memengaruhi perilaku dan pengendalian diri.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, S.I.K., S.H., M.Tr.Mil., menyampaikan keprihatinannya atas keterlibatan anak-anak dalam peristiwa yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Kami sangat prihatin karena anak-anak yang seharusnya berada dalam pengawasan dan pembinaan justru terlibat dalam tindakan yang mengganggu masyarakat. Yang lebih memprihatinkan lagi, dari hasil pemeriksaan sebagian dari mereka telah mengonsumsi minuman beralkohol sebelum kejadian,” ujar Kapolres.

Ia menegaskan bahwa peredaran dan konsumsi minuman keras memiliki dampak serius, tidak hanya bagi orang dewasa tetapi juga dapat memengaruhi generasi muda. Alkohol dapat mengganggu cara berpikir, mengurangi kontrol emosi, serta mendorong tindakan yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Baca juga :  Dua Remaja Anggota Geng Motor M1M Ditangkap Usai Keroyok Pengendara Pakai Parang di Makassar

Pihak kepolisian juga mengimbau peran aktif orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus dalam pergaulan negatif.

Saat ini, keenam anak tersebut masih dalam proses pembinaan dan pendalaman oleh pihak kepolisian untuk memastikan peran masing-masing serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami