JAKARTA,GEMADIKA.com – Tragedi memilukan terjadi di Taman Wisata Alam Posong, Kabupaten Temanggung, setelah satu keluarga ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat melakukan kegiatan camping.
Hasil penyelidikan mengungkap bahwa para korban diduga kuat meninggal akibat keracunan gas karbon monoksida (CO), gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau namun sangat mematikan.
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, Tjandra Aditama, menjelaskan bahwa aktivitas berkemah atau glamping di daerah pegunungan tetap harus memperhatikan aspek keselamatan, terutama terkait penggunaan alat pemanas di ruang tertutup.
“Kalau tidur di dalam glamping tanpa ada bahan pembakaran, tentu aman. Masalahnya ketika kompor atau pemanas dibawa ke dalam ruangan tertutup, apalagi berbahan arang, maka akan menghasilkan gas CO yang sangat berbahaya,” jelasnya.
Bahaya Gas Karbon Monoksida
Gas karbon monoksida yang dihasilkan dari pembakaran tidak sempurna dapat dengan cepat memenuhi ruang tertutup seperti tenda atau kabin. Gas ini kemudian masuk ke dalam aliran darah dan menggantikan oksigen yang dibutuhkan tubuh.
Akibatnya, organ vital mengalami kekurangan oksigen (hipoksia) hingga menyebabkan kondisi fatal seperti asfiksia yang berujung kematian.
Menurut Prof Tjandra, dalam kondisi sadar, tubuh sebenarnya memberikan tanda bahaya seperti sesak napas, sakit kepala, hingga mual. Namun, risiko terbesar terjadi saat korban tertidur.
“Saat seseorang tertidur di ruang tertutup yang penuh gas CO, sinyal bahaya dari tubuh tidak akan disadari. Inilah yang membuat kasus seperti ini sering berujung fatal,” ungkapnya.
Imbauan Keselamatan bagi Wisatawan
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat yang gemar berkemah atau berlibur di alam terbuka, khususnya di daerah bersuhu dingin.
Penggunaan alat pemanas seperti arang atau kompor di dalam tenda tertutup sangat tidak disarankan karena berpotensi menghasilkan gas beracun yang mematikan dalam waktu singkat.
Wisatawan diimbau untuk:
Tidak menyalakan api atau alat pemanas di dalam tenda tertutup
Memastikan ventilasi udara yang cukup
Menggunakan perlengkapan camping yang aman dan sesuai standar
Tragedi di Posong ini diharapkan menjadi pelajaran penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya gas karbon monoksida saat beraktivitas di alam bebas.
Dilansir dari Detikhelt.




Tinggalkan Balasan Batalkan balasan