MAJENE, GEMADIKA.com – Suasana haru dan duka menyelimuti Desa Tallubanua, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Senin (15/6/2026). Sebuah acara pernikahan yang telah lama dipersiapkan berubah menjadi kisah pilu setelah calon mempelai pria meninggal dunia sehari sebelum akad nikah dilaksanakan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian publik setelah video suasana pernikahan itu beredar luas di media sosial. Dalam video yang viral, tampak keluarga dan kerabat larut dalam kesedihan atas kepergian calon mempelai pria bernama Suparman.
Berdasarkan informasi yang beredar, Suparman meninggal dunia pada Minggu (14/6/2026) akibat tersengat aliran listrik. Kejadian tragis itu terjadi hanya sehari sebelum dirinya melangsungkan pernikahan dengan sang kekasih, Evi Sahira.
Kepergian Suparman secara mendadak meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan calon mempelai wanita. Dalam rekaman video yang beredar, Evi terlihat menangis sambil memeluk jenazah calon suaminya di ruang tamu rumah yang telah dihiasi dekorasi pernikahan.
Suasana haru semakin terasa ketika keluarga kedua belah pihak memutuskan untuk tetap melanjutkan prosesi pernikahan. Dalam pelaksanaannya, posisi mempelai pria digantikan oleh adik kandung almarhum setelah melalui kesepakatan keluarga.
Video yang beredar memperlihatkan prosesi tersebut berlangsung dalam suasana penuh emosi. Evi dan adik almarhum kemudian duduk bersama di pelaminan usai prosesi ijab kabul dilaksanakan.
Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sendana, Burhanuddin, membenarkan adanya pergantian mempelai pria dalam peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa informasi tersebut diperolehnya dari kepala desa setempat.
Namun demikian, Burhanuddin menegaskan bahwa pihak KUA Sendana tidak terlibat secara kelembagaan dalam pelaksanaan akad tersebut. Menurutnya, calon mempelai pria yang menggantikan almarhum belum melengkapi persyaratan administrasi pernikahan sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa rencana manusia dapat berubah sewaktu-waktu oleh kehendak Tuhan. Di tengah duka yang mendalam, keluarga kedua belah pihak berusaha tegar menghadapi cobaan yang datang secara tiba-tiba.
Masyarakat yang mengikuti kisah tersebut melalui media sosial pun turut menyampaikan doa dan simpati kepada keluarga yang ditinggalkan. Mereka berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.




Tinggalkan Balasan Batalkan balasan