JAKARTA, GEMADIKA.com Seorang wasit asal Somalia yang terpilih bertugas pada ajang Piala Dunia FIFA 2026 dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat setelah menjalani pemeriksaan tambahan di Bandara Internasional Miami. Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena terjadi menjelang pelaksanaan turnamen sepak bola terbesar di dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Wasit yang dimaksud adalah Omar Abdulkadir Artan, satu-satunya perwakilan Somalia yang masuk dalam daftar perangkat pertandingan Piala Dunia 2026. Ia tiba di Amerika Serikat dari Istanbul pada Sabtu (6/6/2026) untuk menjalankan tugas resmi terkait turnamen.

Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menjelaskan bahwa Artan menjalani pemeriksaan tambahan sebagai bagian dari prosedur standar yang diterapkan kepada pelancong internasional.

“Petugas melakukan pemeriksaan tambahan sebagai bagian prosedur rutin untuk memverifikasi informasi serta kelayakan masuk pelancong. Pemeriksaan tersebut dilakukan ketika terdapat kebutuhan memastikan data yang disampaikan sesuai dengan ketentuan berlaku,” demikian keterangan resmi CBP.

Baca juga :  5 Cara Sederhana Agar Tetap Bahagia di Tempat Kerja, Produktivitas Ikut Meningkat

Setelah proses verifikasi dilakukan, pihak berwenang memutuskan bahwa yang bersangkutan tidak memenuhi persyaratan untuk memasuki wilayah Amerika Serikat. Namun, otoritas perbatasan tidak mengungkapkan secara rinci alasan penolakan tersebut kepada publik.

FIFA kemudian mengonfirmasi identitas wasit yang ditolak masuk tersebut dan menegaskan bahwa organisasi sepak bola dunia itu tidak memiliki kewenangan dalam urusan visa maupun kebijakan keimigrasian negara penyelenggara.

“FIFA tidak terlibat dalam proses pemberian visa maupun keputusan keimigrasian yang ditetapkan negara penyelenggara. Kewenangan menentukan izin masuk tetap berada pada pemerintah masing-masing negara sesuai aturan yang berlaku,” tegas FIFA.

Kasus ini memunculkan perhatian internasional karena terjadi menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Apalagi Amerika Serikat masih menerapkan sejumlah kebijakan pembatasan perjalanan terhadap beberapa negara tertentu, termasuk Somalia, dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga :  Garuda Berpesta! Timnas Indonesia Hajar Oman 3-0, Akhiri Puasa Kemenangan 38 Tahun

Meski demikian, CBP menegaskan bahwa seluruh pelancong yang memasuki wilayah Amerika Serikat akan menjalani prosedur pemeriksaan yang sama. Penilaian dilakukan berdasarkan informasi keamanan, data penegakan hukum, dan ketentuan keimigrasian yang berlaku saat proses kedatangan.

Hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut mengenai kemungkinan upaya banding atau langkah lanjutan yang akan ditempuh Omar Abdulkadir Artan terkait keputusan tersebut.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya aspek administrasi dan keimigrasian dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional, terutama ketika melibatkan peserta, ofisial, maupun perangkat pertandingan dari berbagai negara dengan kondisi kebijakan perjalanan yang berbeda-beda.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami