MAMUJU,GEMADIKA.com – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat resmi membagikan strategi dalam percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) pada dialog interaktif di Studio RRI Mamuju, Jumat 03 Juli 2026.
Langkah agresif ini diambil sebagai bentuk nyata dukungan terhadap visi “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera” di bawah kepemimpinan Gubernur Suhardi Duka. Mengingat masih banyaknya kasus TBC yang belum terdeteksi di lapangan, strategi “Garatta TBC” dirancang untuk menyisir penderita hingga ke tingkat akar rumput.
“Kita tidak bisa lagi bekerja dengan cara biasa atau sekadar menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Melalui Garatta TBC, kita melakukan jemput bola. Ini adalah komitmen penuh pemerintah provinsi di bawah arahan Bapak Gubernur Suhardi Duka untuk memastikan masyarakat Sulbar sehat, produktif, dan bebas dari beban TBC,” tegas Kepala DKPPKB Sulbar, dr. Nursyamsi Rahim dalam siaran tersebut.
Kunci utama dari keberhasilan strategi “Garatta TBC” ini terletak pada kolaborasi masif yang melibatkan seluruh elemen strategis di Sulawesi Barat. DKPPKB secara khusus menggandeng Polda Sulbar untuk memaksimalkan peran personil Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan warga setiap hari.
Selain aparat kepolisian, penguatan di tingkat desa juga digenjot melalui kerja sama ketat dengan Pemerintah Desa sebagai garda terdepan administrasi wilayah, TP-PKK untuk menyisir klaster keluarga dan posyandu, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Adat guna meruntuhkan stigma negatif atau ketakutan masyarakat terhadap penyakit TBC serta Tokoh Pemuda sebagai motor penggerak edukasi digital dan sosialisasi pola hidup sehat di kalangan generasi muda.
Melalui pelibatan Bhabinkamtibmas dan perangkat desa, pengawasan terhadap pasien TBC—mulai dari deteksi dini gejala, rujukan ke puskesmas, hingga kepatuhan minum obat sampai sembuh akan dikawal secara berlapis.
Dalam dialog ini , Kepala DKPPKB Sulbar mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu melaporkan diri atau kerabatnya jika mengalami gejala batuk persisten lebih dari dua minggu. Dengan sinergi dari seluruh tokoh agama, adat, pemuda, dan aparat, Sulawesi Barat optimis dapat mencapai target eliminasi TBC lebih cepat demi mewujudkan daerah yang maju dan sejahtera.(Antika maryam)


