JAKARTA, GEMADIKA.com – Perawatan kulit selama ini kerap dianggap identik dengan perempuan. Padahal, menjaga kesehatan kulit merupakan kebutuhan setiap orang, termasuk pria.

Dokter Iksanuddin Qothi menegaskan bahwa kesehatan kulit tidak memandang jenis kelamin. Siapa pun tetap membutuhkan perawatan agar kulit tetap sehat dan terlindungi dari berbagai masalah.

“Sebenarnya perawatan kulit itu tidak memandang gender. Mau laki-laki maupun perempuan tetap perlu merawat kulitnya,” ujar dr. Iksanuddin Qothi dalam acara Lightplus Lightperience Picnic 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan.

Menurutnya, perawatan kulit juga tidak selalu identik dengan penggunaan banyak produk skincare. Pola hidup sehat tetap menjadi fondasi utama.

Tiga Langkah Dasar Skincare untuk Pria

Dr. Iksan menjelaskan bahwa pria sebenarnya cukup memulai dari rutinitas perawatan paling sederhana.

Ada tiga langkah dasar yang wajib dilakukan setiap hari, yaitu:

Membersihkan wajah.
Menggunakan pelembap.
Melindungi kulit dari paparan sinar matahari.

Membersihkan wajah pada pagi dan malam hari membantu mengangkat minyak, debu, serta kotoran yang menempel setelah beraktivitas.

“Skincare itu basic-nya adalah tiga hal. Yang pertama dibersihkan, yang kedua dilembapkan, dan yang ketiga diproteksi,” jelasnya.

Setelah wajah dibersihkan dan menggunakan pelembap, langkah berikutnya adalah memberikan perlindungan dari sinar ultraviolet (UV), salah satunya dengan menggunakan tabir surya (sunscreen).

Baca juga :  UNESCO: Indonesia Masuk Negara dengan Belanja Pendidikan Terendah, Hanya 1,3 Persen dari PDB

Sunscreen Tetap Penting

Menurut dr. Iksan, kulit pria maupun perempuan sama-sama membutuhkan perlindungan dari paparan sinar matahari.

Selain menggunakan sunscreen, perlindungan juga dapat dilakukan dengan cara sederhana seperti menggunakan payung atau berteduh saat matahari sedang terik.

“Kulit itu, mau cewek atau cowok, tetap butuh diproteksi. Apakah cukup dengan sunscreen saja? Tidak juga. Bisa dengan menggunakan payung atau berlindung di bawah pohon, tetapi memang akan lebih optimal menggunakan sunscreen,” ujarnya.

Ia mengakui banyak pria enggan menggunakan sunscreen karena merasa lengket atau belum terbiasa.

Namun menurutnya, kebiasaan tersebut perlu mulai dibangun secara perlahan.

“Memang terasa ribet kalau belum terbiasa. Karena itu harus dibiasakan,” tambahnya.

Serum Disesuaikan dengan Kondisi Kulit

Apabila terdapat masalah kulit tertentu, penggunaan produk tambahan seperti serum dapat dipertimbangkan.

Namun pemilihannya harus disesuaikan dengan jenis dan kebutuhan kulit masing-masing.

“Kalau mau memakai serum, sesuaikan dengan kebutuhan atau jenis kulitnya,” kata dr. Iksan.

Blue Light Bukan Penyebab Kulit Kering

Dr. Iksan juga meluruskan anggapan bahwa paparan blue light dari layar gawai menjadi penyebab utama kulit kering.

Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat bukti yang menunjukkan blue light memberikan pengaruh signifikan terhadap kondisi tersebut.

“Blue light itu tidak ada pengaruh secara signifikan terhadap masalah kulit kering,” tegasnya.

Baca juga :  Benarkah WNI Bebas Visa ke Wilayah Seberang Laut Prancis? Ini Penjelasan Resminya

Kulit kering justru lebih sering disebabkan oleh kurangnya hidrasi, baik dari dalam tubuh maupun dari perawatan kulit sehari-hari.

Kurang minum air putih, jarang menggunakan pelembap, hingga penggunaan sabun wajah yang terlalu keras menjadi penyebab yang lebih umum.

“Biasanya masalah kulit kering terjadi karena hidrasinya kurang. Bisa karena kurang minum, kurang pelembap, atau terlalu sering menggunakan sabun cuci muka yang sifatnya lebih keras,” jelasnya.

Pola Hidup Sehat Tetap Menjadi Kunci

Meski skincare membantu menjaga kesehatan kulit, dr. Iksan menegaskan bahwa hasil terbaik hanya dapat diperoleh jika diimbangi dengan pola hidup yang sehat.

Olahraga secara rutin, tidur yang cukup, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta menjaga asupan cairan merupakan faktor penting yang tidak dapat digantikan oleh produk perawatan kulit.

“Menjaga kesehatan kulit itu bukan cuma dari skincare saja, tapi dari pola hidup itu yang utama,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa skincare bukan jalan pintas untuk mendapatkan kulit sehat apabila gaya hidup masih buruk.

“Kalau hanya mengandalkan skincare tetapi pola hidupnya berantakan, tetap akan ada masalah pada kulit,” pungkasnya.

Dilansir dari Kompascom.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami