JAKARTA, GEMADIKA.com – Banyak orang mengira gangguan lambung hanya dipicu oleh makanan pedas, asam, atau berminyak. Padahal, sejumlah kebiasaan makan sehari-hari yang tampak sepele juga dapat berdampak buruk terhadap sistem pencernaan.
Dokter spesialis gizi dari Department of Nutrition University of Medicine and Pharmacy Hospital Vietnam, Dr. Duong Thi Phuong, menjelaskan bahwa lambung memiliki hubungan yang sangat erat dengan sistem saraf. Karena itu, kondisi emosional, stres, hingga pola makan seseorang dapat memengaruhi proses pencernaan.
“Lambung berhubungan erat dengan sistem saraf, sehingga stres, emosi, dan kebiasaan makan dapat secara langsung memengaruhi proses pencernaan,” ujar dr. Phuong, dikutip dari VN Express.
Berikut tiga kebiasaan makan yang tanpa disadari dapat mengganggu kesehatan lambung.
- Makan Terlalu Cepat atau Sambil Terdistraksi
Makan sambil bekerja, bermain ponsel, menonton televisi, atau berada dalam kondisi stres dapat menghambat proses pencernaan.
Selain itu, kebiasaan makan terlalu cepat membuat makanan tidak dikunyah secara sempurna sehingga lambung harus bekerja lebih keras untuk mencernanya.
Dr. Phuong menyarankan setiap suapan dikunyah sekitar 20 hingga 50 kali sebelum ditelan. Ia juga menyebut waktu makan ideal berkisar 20–30 menit agar tubuh memiliki kesempatan mengenali rasa kenyang dan mencegah makan berlebihan.
- Makan Terlalu Malam Lalu Langsung Tidur
Kebiasaan makan menjelang waktu tidur juga dapat meningkatkan risiko gangguan lambung.
Proses pencernaan membutuhkan waktu sekitar dua hingga enam jam, tergantung jenis makanan yang dikonsumsi. Apabila seseorang langsung berbaring setelah makan, isi lambung belum sepenuhnya dicerna sehingga asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan.
Kondisi tersebut dapat memicu refluks asam lambung (GERD), rasa tidak nyaman di dada, hingga mengganggu kualitas tidur.
- Minum Terlalu Banyak Saat Makan
Sebagian orang beranggapan minum dalam jumlah banyak saat makan dapat membantu proses pencernaan. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurut dr. Phuong, konsumsi cairan secara berlebihan saat makan justru dapat mengencerkan asam lambung sehingga proses pencernaan menjadi kurang optimal.
Selain itu, lambung harus bekerja lebih keras untuk mengolah makanan dan cairan dalam jumlah besar secara bersamaan.
Dokter menyarankan total cairan yang dikonsumsi saat makan, termasuk sup, sebaiknya tidak lebih dari 200 mililiter, sedangkan jumlah ideal berkisar 50–100 mililiter.
Terapkan Pola Makan Sehat
Selain memilih makanan bergizi, menjaga kesehatan lambung juga perlu dilakukan dengan menerapkan pola makan yang baik. Mengunyah makanan secara perlahan, menghindari makan terlalu larut malam, serta membatasi konsumsi cairan saat makan dapat membantu menjaga fungsi pencernaan tetap optimal.
Apabila keluhan lambung seperti nyeri ulu hati, mual, atau refluks sering terjadi, masyarakat disarankan berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Dilansir dari Detikhelt.



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan