KARO, GEMADIKA.com– Keresahan mendalam menyelimuti masyarakat Kabupaten Karo terkait maraknya peredaran gelap narkoba yang kian masif. Dalam upaya menyelamatkan generasi muda bangsa, khususnya di wilayah Tanah Karo, masyarakat menyuarakan desakan kuat agar aparat penegak hukum melakukan tindakan nyata dan tegas.

Suara keprihatinan ini salah satunya disampaikan oleh Ari, seorang tokoh pemuda di Karo. Ia mendesak Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, untuk segera mengevaluasi kinerja jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Karo.

Tuntutan Pencopotan Kasat Narkoba

Ari secara spesifik menuntut agar Kapolda mengevaluasi dan bila perlu mencopot AKP Jonny Pardede dari jabatannya sebagai Kepala Satuan (Kasat) Narkoba Polres Karo. Tuntutan ini dipicu oleh pandangan masyarakat bahwa kinerja Satresnarkoba Polres Karo di bawah kepemimpinan AKP Pardede kurang maksimal dalam memberantas peredaran gelap narkoba.

Baca juga :  Viral Dugaan KDRT di Pematangsiantar, Praktisi Hukum Desak Polres Tangani Kasus Secara Profesional dan Transparan

Masyarakat Karo merasa lambatnya penindakan terhadap para terduga bandar narkoba, sementara barang haram tersebut semakin mudah diakses dan merusak masa depan generasi muda. Ari menyoroti fakta dugaan belum tertangkapnya bandar-bandar besar yang beroperasi di wilayah hukum Polres Karo.

“Saya sebagai masyarakat sangat prihatin melihat situasi peredaran narkoba yang sangat meresahkan masyarakat,” tegas Ari kepada awak media, Senin (20/7/2026).

Kecewa Terhadap Penegakan Hukum

Kecewaan Ari dan sebagian masyarakat Karo didasari oleh dugaan jaringan peredaran narkoba yang terkesan bebas beroperasi tanpa tersentuh hukum. “Bagaimana mungkin jaringan sebesar itu bisa berkembang tanpa tersentuh hukum,” ungkapnya dengan nada kecewa.

Ia menilai maraknya peredaran ini tidak hanya mengancam generasi muda, tetapi juga merupakan tamparan keras bagi institusi penegak hukum. Ari mendesak agar Kepolisian segera melakukan aksi “bersih-bersih” dan mengambil langkah cepat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap aparat kepolisian.

Baca juga :  Bupati Batu Bara Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Masyarakat

Menagih Janji Astacita Presiden Prabowo

Dalam desakannya, Ari juga menyinggung program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang tertuang dalam agenda Astacita, di mana pemberantasan narkoba menjadi salah satu pilar utama pemerintah. Masyarakat berharap komitmen tersebut tidak hanya menjadi retorika politik di tingkat pusat, tetapi diimplementasikan secara konkret hingga ke tingkat daerah.

“Program tersebut semoga tidak berhenti hanya sebagai jargon politik, melainkan benar-benar dijalankan secara konkret dan konsisten hingga ke tingkat daerah. Keberadaan bandar di Karo dan daerah lainnya sudah menjadi rahasia umum, seharusnya bisa langsung ditindak,” pungkas Ari tegas. (S Hadi Purba)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami