JAKARTA, GEMADIKA.com – Bagi sebagian orang, memulai hubungan baru bukan hanya menghadirkan rasa bahagia, tetapi juga memunculkan ketakutan, kecemasan, hingga dorongan untuk menjauh. Kondisi ini sering kali membuat seseorang terlalu banyak berpikir, panik ketika pesan pasangan tidak segera dibalas, atau merasa tidak nyaman saat hubungan mulai berkembang menjadi lebih serius.

Menurut Dr. Chandni Tugnait, MD (A.M), psikoterapis sekaligus pendiri Gateway of Healing, reaksi tersebut tidak selalu berarti ada yang salah dengan hubungan yang sedang dijalani. Sebaliknya, kedekatan emosional dapat membangkitkan luka lama atau trauma yang belum sepenuhnya pulih.

Trauma Masa Lalu Dapat Muncul Kembali

Dr. Tugnait menjelaskan bahwa menjalin hubungan berarti membuka diri dan memperlihatkan sisi paling rentan kepada orang lain. Bagi seseorang yang pernah mengalami pengkhianatan, pengabaian emosional, hubungan yang tidak konsisten, atau ditinggalkan, kedekatan justru dapat terasa mengancam.

Akibatnya, meski pasangan baru bersikap baik dan memberikan rasa aman, tubuh tetap dapat bereaksi seolah sedang menghadapi ancaman. Rasa cemas pun muncul ketika hubungan semakin dekat.

“Tubuh mengingat pengalaman masa lalu jauh sebelum pikiran dapat memahaminya. Karena itu, pesan yang terlambat dibalas tiba-tiba terasa sangat sulit ditoleransi, atau sedikit jarak emosional dapat memicu serangan panik,” ujar Dr. Chandni Tugnait, dikutip dari Only My Health, Kamis (16/7/2026).

Baca juga :  Psikolog Ungkap 4 Tanda Anak Mengalami Anxious Attachment, Orang Tua Perlu Waspada

Menurutnya, ketakutan tersebut sering kali bukan berasal dari pasangan saat ini, melainkan merupakan respons terhadap pengalaman menyakitkan yang pernah dialami di masa lalu.

Tubuh Bereaksi Lebih Cepat daripada Pikiran

Trauma tidak hanya tersimpan sebagai kenangan, tetapi juga dapat membentuk cara tubuh merespons hubungan.

Ketika seseorang mulai jatuh cinta, sistem keterikatan emosional yang terbentuk sejak masa kecil akan aktif. Jika sejak awal kehidupan cinta identik dengan rasa tidak aman atau kehilangan, tubuh akan secara otomatis memasuki mode perlindungan.

Akibatnya, seseorang dapat merasa gelisah, sangat waspada, atau kewalahan secara emosional tanpa mengetahui penyebabnya.

“Banyak orang mengira respons panik yang muncul adalah intuisi bahwa ada sesuatu yang salah. Padahal, intuisi sejati terasa tenang dan jelas, sedangkan trauma terasa mendesak, keras, dan digerakkan oleh rasa takut,” jelasnya.

Karena itu, tidak semua rasa cemas dalam hubungan berarti pasangan tersebut bukan orang yang tepat.

Kekacauan Emosional Sering Disalahartikan sebagai Chemistry

Dr. Tugnait juga mengungkapkan bahwa sebagian orang terbiasa dengan hubungan yang penuh konflik sehingga tanpa sadar menganggap intensitas emosi sebagai tanda cinta yang kuat.

Baca juga :  Kulit Baru Selesai Waxing? Dokter Bagikan Cara Perawatan yang Tepat agar Terhindar dari Iritasi

Akibatnya, hubungan yang sehat dan stabil justru terasa asing atau bahkan membosankan karena tidak memicu respons emosional yang sama seperti hubungan sebelumnya.

“Ketika cinta baru tidak mengikuti kekacauan yang sudah familiar, hubungan itu bisa terasa tidak nyaman atau bahkan membosankan,” katanya.

Selain itu, seseorang yang pernah kehilangan jati dirinya dalam hubungan terdahulu juga dapat merasa takut mengalami hal yang sama sehingga memilih menjaga jarak atau menarik diri ketika hubungan mulai serius.

Memahami Pola Emosi

Memahami asal-usul ketakutan dalam hubungan menjadi langkah penting agar seseorang tidak salah menafsirkan kecemasan sebagai pertanda bahwa hubungan harus diakhiri.

Dengan mengenali bahwa sebagian respons emosional mungkin berasal dari pengalaman masa lalu, seseorang memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih sehat, aman, dan penuh kepercayaan.

Para ahli menilai bahwa proses penyembuhan trauma, komunikasi yang terbuka dengan pasangan, serta bantuan profesional bila diperlukan dapat membantu seseorang menikmati hubungan tanpa terus dibayangi rasa takut.

Dilansir dari Kompascom.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami