JAKARTA, GEMADIKA.com – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa Indonesia kini memfokuskan pengembangan wellness tourism atau wisata kebugaran sebagai salah satu strategi utama dalam membangun pariwisata yang berkualitas, berkelanjutan, dan memiliki daya saing di tingkat global.

Pernyataan tersebut disampaikan Widiyanti dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (17/7/2026). Menurutnya, wisata kebugaran menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di industri pariwisata dunia.

“Wellness tourism kami tetapkan sebagai salah satu fokus dalam pengembangan pariwisata berkualitas,” ujar Widiyanti.

Wonderful Indonesia Wellness Jadi Program Unggulan

Dalam mendukung pengembangan sektor tersebut, Kementerian Pariwisata menghadirkan program Wonderful Indonesia Wellness yang sebelumnya digelar selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 30 November 2025.

Program ini memadukan dua festival kebugaran dan budaya, yakni Royal Surakarta Wellness Festival yang diselenggarakan Keraton Surakarta serta Jogja Cultural Wellness Festival yang digelar Badan Promosi Pariwisata Daerah Yogyakarta.

Royal Surakarta Wellness Festival menghadirkan berbagai kegiatan seperti Javanese Wisdom Immersion, Gending for Therapy, Royal Dance Symphony, A Holy Journey, hingga Javanese Secret Recipe.

Sementara itu, Jogja Cultural Wellness Festival menawarkan beragam aktivitas bertema kesehatan dan gaya hidup, antara lain Healthy Food and Herbals, Eco-Friendly Living, Spiritual Wellness and Energy Healing, Natural Beauty, Family and Inner Child, serta Harmony in Wellness.

Baca juga :  Tragis, Tiga Pekerja Tewas di Dalam Gorong-gorong Cipayung Diduga Akibat Paparan Gas Beracun

Menurut Widiyanti, pemerintah akan terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan yang menggabungkan unsur olahraga, pariwisata, budaya, dan gaya hidup sehat.

“Kementerian Pariwisata akan terus mendorong penyelenggaraan berbagai event yang menggabungkan olahraga, pariwisata, dan gaya hidup sehat,” katanya.

Wisatawan Kini Mencari Pengalaman Bermakna

Widiyanti menjelaskan bahwa tren pariwisata global telah mengalami perubahan. Wisatawan tidak lagi hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman yang mampu memberikan makna dan meningkatkan kualitas hidup.

“Kita sedang memasuki era ketika pengalaman menjadi lebih berharga daripada kepemilikan. Hubungan antarmanusia menjadi lebih bernilai daripada sekadar kemudahan dan waktu yang dihabiskan jauh dari dunia digital menjadi sebuah kemewahan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti fenomena meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang justru memunculkan tren sebaliknya di kehidupan nyata.

“Extreme AI is creating extreme analog,” kata Widiyanti.

Menurutnya, masyarakat kini semakin menghargai pengalaman autentik, interaksi langsung, serta destinasi yang mampu membangun koneksi emosional.

Baca juga :  Dokter PPDS RSUD Tengku Rafian Siak Ditemukan Meninggal, Kemenkes Sampaikan Duka dan Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Indonesia Miliki Peluang Besar

Mengacu pada data Global Wellness Institute, nilai industri wellness economy dunia telah mencapai 6,8 triliun dolar AS pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi 9,75 triliun dolar AS pada 2029.

Sementara itu, UN Tourism mencatat wisata olahraga menyumbang sekitar 10 persen dari total belanja wisata global pada 2023 dan diperkirakan tumbuh hingga 17,5 persen sepanjang periode 2023–2030.

Indonesia sendiri memiliki potensi besar. Berdasarkan data Global Wellness Institute 2024, Indonesia merupakan negara dengan nilai wellness economy terbesar di Asia Tenggara, mencapai sekitar 55,77 miliar dolar AS.

Selain itu, survei Nielsen 2025 menunjukkan sebanyak 86 persen masyarakat Indonesia kini semakin proaktif menjaga kesehatan, angka yang bahkan berada di atas rata-rata global.

Widiyanti optimistis potensi tersebut dapat menjadikan Indonesia sebagai salah satu destinasi unggulan wisata olahraga dan kebugaran di kawasan.

“Kami meyakini bahwa pengembangan wellness tourism dapat berhasil melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya.

Dilansir dari ANTARA.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami