JAKARTA, GEMADIKA.com – Kesulitan mengungkapkan kebutuhan kepada pasangan, teman, maupun rekan kerja ternyata tidak selalu disebabkan oleh rasa malu atau kurang percaya diri. Menurut psikoterapis berlisensi Sharon Martin, kondisi tersebut dapat berakar dari pengalaman tumbuh dalam lingkungan keluarga dengan pola pengasuhan yang tidak sehat.

Dilansir dari Psychology Today, Rabu (15/7/2026), Martin menjelaskan bahwa anak yang dibesarkan di lingkungan yang sering mengabaikan perasaan, terlalu mengontrol, atau kerap memberikan kritik, dapat tumbuh dengan keyakinan bahwa kebutuhan dan pendapatnya tidaklah penting.

Akibatnya, ketika dewasa mereka lebih terbiasa memperhatikan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan diri sendiri. Tidak sedikit pula yang memilih menghindari konflik atau mengorbankan keinginan pribadi demi menjaga hubungan tetap harmonis.

Takut Ditolak hingga Merasa Bersalah

Menurut Martin, pengalaman masa kecil tersebut dapat membuat seseorang merasa cemas, bersalah, atau takut ditolak saat ingin menyampaikan apa yang sebenarnya dibutuhkan.

Sebagian orang bahkan tumbuh dengan keyakinan bahwa meminta bantuan merupakan tindakan yang merepotkan orang lain atau menunjukkan kelemahan.

Dalam beberapa kasus, seseorang menjadi kesulitan mengenali kebutuhannya sendiri karena terlalu lama mengabaikan perasaan dan keinginan pribadi.

Bisa Berdampak pada Hubungan dan Kesehatan Mental

Martin menilai pola tersebut dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Orang yang terus-menerus mendahulukan kepentingan orang lain berisiko mengalami kelelahan emosional, hubungan yang tidak seimbang, hingga stres akibat memendam perasaan dalam waktu lama.

Kondisi ini juga dapat membuat seseorang sulit menetapkan batasan yang sehat dalam hubungan pribadi maupun lingkungan kerja.

Mulai dari Langkah Sederhana

Untuk mengubah kebiasaan tersebut, Martin menyarankan agar seseorang mulai belajar mengenali kebutuhan dirinya sendiri melalui refleksi sederhana.

Misalnya dengan bertanya kepada diri sendiri mengenai hal-hal yang dapat membuat situasi saat ini terasa lebih ringan atau bentuk dukungan yang sebenarnya dibutuhkan.

Selain itu, ia menyarankan untuk mulai berlatih mengungkapkan kebutuhan dalam situasi sehari-hari, seperti menyampaikan pilihan tempat makan, meminta bantuan menyelesaikan pekerjaan, atau mengajukan tambahan waktu ketika menghadapi tugas yang sulit diselesaikan.

Mengungkapkan Kebutuhan Bukan Berarti Egois

Martin menegaskan bahwa menyampaikan kebutuhan tidak selalu berarti orang lain harus memenuhi semua keinginan tersebut.

Namun, kemampuan mengungkapkan kebutuhan secara jelas, jujur, dan sopan merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang sehat, saling menghargai, dan penuh komunikasi.

Bagi mereka yang masih merasa sangat kesulitan melakukan hal tersebut, Martin menyarankan untuk mencari dukungan melalui terapi psikologis, kelompok pendamping, maupun orang-orang tepercaya agar dapat berlatih berkomunikasi secara bertahap.

Dilansirdari Antara.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami