TOBA, GEMADIKA.com – Sebuah video yang diunggah seorang warga Parparean, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, menjadi perbincangan di media sosial. Video tersebut memperlihatkan keluhan seorang ayah yang mengaku anaknya tidak langsung mendapat penanganan saat dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Porsea, Selasa (14/7/2026).
Pengunggah video, Junaidi Sinambela, mengaku kecewa terhadap pelayanan yang diterima keluarganya. Menurutnya, ketika tiba di ruang IGD bersama istri dan anaknya yang sedang mengalami demam tinggi, pihak rumah sakit terlebih dahulu meminta keluarga mengurus administrasi, termasuk pendaftaran, surat rujukan dari Puskesmas Porsea, serta menunjukkan kartu BPJS.
Junaidi menilai proses administrasi tersebut dilakukan sebelum anaknya memperoleh penanganan medis.
“Anak saya sedang demam tinggi, tetapi kami diminta lebih dulu mengurus administrasi dan surat rujukan. Padahal kami berharap ada pertolongan pertama terlebih dahulu,” ungkap Junaidi.
Merasa kecewa, Junaidi kemudian merekam situasi di ruang IGD dan mengunggahnya ke media sosial. Video tersebut kemudian viral dan memicu berbagai tanggapan dari warganet yang mempertanyakan kualitas pelayanan di rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut.
Situasi di lokasi sempat memanas setelah Junaidi terlibat adu argumen dengan petugas keamanan rumah sakit terkait aktivitas pengambilan video dan foto di lingkungan rumah sakit.
Awak Media Mengaku Sempat Kesulitan Melakukan Konfirmasi
Peristiwa tersebut turut menarik perhatian sejumlah awak media yang mendatangi RSUD Porsea untuk meminta klarifikasi.
Menurut keterangan sejumlah jurnalis, meski telah memperoleh izin melakukan konfirmasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Toba yang juga menjabat sebagai Direktur RSUD Porsea, dr. Freddy Sibarani, mereka sempat mengalami kesulitan saat hendak mengambil gambar dan melakukan wawancara di area rumah sakit.
Proses konfirmasi disebut berlangsung cukup panjang. Awak media awalnya diarahkan menemui Kepala Bidang Pelayanan Medis, kemudian diminta kembali berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan. Klarifikasi akhirnya diberikan oleh Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Porsea, Marta Marpaung, didampingi dokter jaga IGD, dr. Jimmy Simangunsong.
RSUD Porsea: Pelayanan Sudah Sesuai SOP
Menanggapi video yang beredar, pihak RSUD Porsea menegaskan bahwa pelayanan terhadap pasien telah dilakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
Menurut Marta Marpaung dan dr. Jimmy hasibuan, pasien yang berada dalam kondisi gawat darurat akan langsung mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Sementara itu, apabila berdasarkan hasil triase kondisi pasien dinilai tidak masuk kategori gawat darurat, pasien akan diarahkan mengikuti prosedur pelayanan, termasuk melengkapi administrasi dan surat rujukan sebelum mendapatkan layanan lanjutan.
“Pasien yang termasuk kategori gawat darurat akan langsung ditangani. Sedangkan pasien yang tidak masuk kategori tersebut akan diarahkan sesuai prosedur pelayanan yang berlaku,” jelas pihak RSUD Porsea.
Menjadi Sorotan Publik
Selain persoalan pelayanan di IGD, perhatian publik juga tertuju pada kondisi ruang perawatan yang tampak dalam dokumentasi di lokasi, di mana terlihat salah satu botol infus pasien dalam kondisi kosong dan belum diganti.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai hasil evaluasi internal rumah sakit maupun tindak lanjut dari Dinas Kesehatan Kabupaten Toba terkait keluhan yang viral tersebut.
(Jamarling sarngih)



Tinggalkan Balasan Batalkan balasan