NAGAN RAYA, GEMADIKA.com – Suasana apel pagi di halaman Rumah Sakit Umum Daerah Sultan Iskandar Muda (RSUD SIM) terasa berbeda pada Senin (26/05/2025).

Wakil Bupati (Wabup) Nagan Raya Provinsi Aceh, Raja Sayang, hadir langsung memimpin apel dengan nada tegas yang menggema di seluruh kompleks rumah sakit.

Apel yang berlangsung di Ujong Fatihah, Kecamatan Kuala ini diikuti ratusan pegawai, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) hingga Tenaga Harian Lepas (THL). Momentum ini menjadi titik balik evaluasi besar-besaran terhadap kualitas pelayanan kesehatan yang selama ini dinilai masih jauh dari harapan masyarakat.

Keluhan Masyarakat Jadi Sorotan Utama

Dalam arahannya yang berlangsung sekitar 30 menit, Wabup Raja Sayang tidak main-main menyoroti berbagai keluhan yang masuk ke kantornya. Khususnya terkait sikap petugas pos piket yang dinilai kurang ramah dan komunikatif kepada pasien serta keluarga.

“Pelayanan di pos piket seharusnya menjadi garda terdepan dalam menciptakan kesan yang baik terhadap institusi. Sayangnya, masih terdapat keluhan dari masyarakat mengenai sikap petugas yang berjaga. Masyarakat berharap mendapat sambutan yang sopan, informatif, dan membantu,” tegas Wabup.

Pernyataan ini langsung mencuri perhatian seluruh peserta apel. Beberapa petugas terlihat menunduk, mungkin merasa tertampar dengan kritik yang disampaikan pimpinan daerah tersebut.

Ancaman Mutasi Bagi ASN yang Bermasalah

Yang lebih mengejutkan, Wabup Raja Sayang tidak hanya memberikan teguran verbal. Ia secara tegas mengancam akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja seluruh pegawai, termasuk kemungkinan mutasi bagi yang tidak menunjukkan etos kerja baik.

Baca juga :  Unit Opsnal Satreskrim Polres Nagan Raya Pasang Spanduk Imbauan Anti-PETI di Kecamatan Beutong

“Tidak boleh ada pegawai yang merasa aman dan bertindak semaunya hanya karena status kepegawaiannya. Rumah sakit ini membutuhkan tenaga kesehatan yang ikhlas untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati,” ujarnya dengan nada tegas.

Ancaman nyata pun dilontarkan: “Kami akan melakukan evaluasi bagi ASN yang tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, termasuk kemungkinan mutasi ke unit kerja yang lain.”

Pernyataan ini sontak membuat suasana apel semakin hening. Para pegawai tampak saling berpandangan, menyadari bahwa era “santai-santai” dalam bekerja sudah berakhir.

Pesan Khusus untuk Tenaga Harian Lepas

Tidak hanya ASN, para Tenaga Harian Lepas (THL) juga mendapat perhatian khusus. Wabup Raja Sayang mengingatkan mereka untuk tidak merasa rendah diri, namun tetap harus profesional dalam bekerja.

“Kami ingin rumah sakit ini menjadi tempat pelayanan yang terpercaya, bukan hanya dari segi medis, tapi juga dari perilaku dan dedikasi seluruh tenaga kerjanya,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap ramah dan tidak arogan dalam melayani pasien, mengingat kondisi emosional keluarga pasien yang seringkali dalam keadaan cemas dan khawatir.

Sistem Pengawasan Canggih Segera Diterapkan

Salah satu pengumuman paling mencengangkan adalah rencana pemasangan sistem pengawasan elektronik yang canggih. Wabup Raja Sayang menyampaikan bahwa seluruh ruangan di RSUD SIM akan dipasangi CCTV yang terhubung langsung ke ruang kerjanya.

Baca juga :  Hari Lahir Pancasila 2026 di Nagan Raya: Bupati TRK Tekankan Persatuan di Tengah Tantangan Global

“Setiap hari Senin, saya akan terus memonitor langsung melalui Pak Direktur. Setiap ruangan akan dipasangi CCTV yang terhubung langsung ke ruang Wakil Bupati, sebagai bentuk pengawasan nyata terhadap aktivitas pelayanan,” ungkapnya.

Rencana ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Sistem ini diharapkan dapat meminimalisir praktik-praktik yang merugikan pasien dan keluarga.

Komitmen Jangka Panjang untuk Perubahan

Menutup arahannya, Wabup Raja Sayang menegaskan bahwa ini bukan sekadar gertakan sesaat. Ia berkomitmen untuk terus memantau perkembangan pelayanan di RSUD SIM secara berkelanjutan.

“Masyarakat datang ke sini dengan harapan mendapatkan pelayanan yang baik, cepat, dan manusiawi. Mulai hari ini, saya tekankan agar tidak ada lagi yang bermain-main dalam menjalankan tugas,” pungkasnya.

Apel pagi bersejarah ini dihadiri langsung oleh Direktur RSUD SIM, dr. Dedi Apriadi, MKM, para pejabat administrator dan pengawas, dokter, bidan, perawat, serta tenaga kesehatan lainnya. Wajah-wajah serius terlihat di setiap barisan, menyadari bahwa era baru pelayanan kesehatan di Nagan Raya telah dimulai.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami