GROBOGAN, GEMADIKA.com – Dalam upaya mencegah kenakalan remaja dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman serta kondusif, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Grobogan menyelenggarakan kegiatan Sambang Sekolah di SMK Pembangunan Nasional Purwodadi pada Senin, 21/07/2025.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.30 hingga 11.48 WIB di Aula SMK Pemnas Purwodadi ini mengusung tema “Mewujudkan Lingkungan Aman dan Kondusif Melalui Pencegahan Kenakalan Remaja”. Acara ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 10 dan 11, serta melibatkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi pemerintahan dan aparat keamanan.
Sejumlah pejabat hadir dalam kegiatan ini, antara lain Kepala Bakesbangpol Grobogan Nur Nawanta, Pasi Intel Kodim 0717/Grobogan Lettu Inf Edy Sucipto, Jaksa Fungsional Intelijen Kejari Grobogan Arum Kurnia Sari, dan Kanit Bhabinkamtibmas Sat Binmas Polres Grobogan Aiptu Sapurno. Kegiatan dipandu oleh Sekretaris Bakesbangpol Grobogan, Bambang Siswo.

Dalam sambutannya, Kepala SMK Pemnas Purwodadi, Wudakir, menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Ia menekankan pentingnya pembinaan karakter di kalangan remaja demi mencegah kenakalan di usia sekolah.
“Kegiatan ini sangat penting karena dihadiri langsung oleh anak didik kami, dan kami berharap mereka dapat mengamalkan isi materi yang disampaikan,” ujarnya.
“Kami juga berterima kasih atas perhatian dan kepedulian dari instansi yang hadir terhadap siswa-siswi kami.”
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Grobogan, Nur Nawanta, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilatarbelakangi oleh isu-isu sosial yang berkembang di kalangan remaja.
“Kami ingin mengarahkan generasi penerus menjadi lebih baik, memiliki nilai kebangsaan, toleransi, dan rasa memiliki terhadap negara ini,” tegasnya.
“Jika pembinaan karakter ini tidak kita lakukan sejak sekarang, maka akan terlambat ke depannya.”
Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari tiga narasumber utama.
Pasi Intel Kodim 0717/Grobogan, Lettu Inf Edy Sucipto, menjelaskan dasar hukum serta bentuk kenakalan remaja yang sering terjadi.
Ia menyebut bahwa kenakalan remaja adalah tantangan bersama yang harus diatasi dengan pendekatan hukum dan pembinaan. Beberapa dasar hukum yang disampaikan antara lain UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, serta UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
“Kenakalan remaja adalah perilaku menyimpang yang melanggar norma, aturan, atau hukum, yang muncul pada masa transisi dari anak-anak ke dewasa,” jelasnya.
Sementara itu, Kanit Bhabinkamtibmas Sat Binmas Polres Grobogan, Aiptu Sapurno, fokus pada isu bullying di sekolah. Ia menjabarkan jenis-jenis bullying seperti verbal, fisik, sosial, dan cyber bullying, serta dampaknya terhadap korban.
“Bullying bisa menyebabkan korban mengalami trauma, takut bersekolah, bahkan hingga muncul keinginan untuk bunuh diri. Saksi pun bisa merasa terancam menjadi korban berikutnya,” katanya.
Jaksa Fungsional Intelijen Kejari Grobogan, Arum Kurnia Sari, turut memberikan penjelasan hukum tentang kenakalan remaja, jenis-jenis pelanggaran, serta pentingnya pengawasan dari lingkungan sekitar.
“Faktor internal seperti krisis identitas dan kontrol diri yang lemah, serta faktor eksternal seperti keluarga broken home dan lingkungan teman yang tidak baik, turut menjadi penyebab utama kenakalan remaja,” terangnya.
“Selain itu, anak-anak juga harus mengenal dirinya dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar mampu menjaga perilaku dan moralitas.”
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab antara siswa dan narasumber, yang berlangsung interaktif dan edukatif. Para siswa tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar isu kenakalan remaja dan langkah pencegahannya.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan Sambang Sekolah ini diharapkan dapat memberikan bekal nilai karakter, wawasan kebangsaan, serta pemahaman hukum kepada para siswa sebagai generasi penerus bangsa. (Dion Pendim 0717)




