TANGERANG, GEMADIKA.com – Pemerintah terus memperkuat upaya meningkatkan mutu fasilitas pendidikan melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan yang menargetkan sekolah-sekolah dengan kebutuhan paling mendesak di seluruh Indonesia.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menekankan pentingnya percepatan pelaksanaan program revitalisasi di daerah agar dampaknya dapat segera dirasakan oleh para siswa dalam proses belajar mengajar.
Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Restuardy Daud, menjelaskan bahwa program revitalisasi ini mencakup pemenuhan berbagai kebutuhan penting fasilitas pendidikan. Mulai dari ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, toilet, ruang praktik, hingga pembangunan unit sekolah baru untuk jenjang PAUD hingga SMA/SMK dan Sekolah Luar Biasa (SLB).
“Yang kita dorong adalah hasil nyata. Fasilitas satuan pendidikan harus benar-benar membaik dan mendukung proses belajar anak-anak,” ujar Restuardy dalam Rapat Koordinasi Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran Tahun Anggaran 2026 di ICE BSD, Tangerang, seperti dikutip dalam rilis yang diterima redaksi, Senin (17/11/2025).
Program Hasil Terbaik Cepat
Program revitalisasi ini menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan dilaksanakan melalui skema swakelola yang melibatkan partisipasi langsung dari pemerintah daerah.
Restuardy menegaskan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan oleh dukungan penuh pemerintah daerah. Peran pemda sangat krusial, khususnya dalam menetapkan satuan pendidikan prioritas yang paling membutuhkan, membina pelaksanaan program, serta mengawasi proses revitalisasi bersama dengan pemerintah pusat.
“Kalau pusat dan daerah bergerak bersama, revitalisasi bisa lebih cepat dan lebih tepat sasaran,” tambahnya dengan penuh optimisme.
Sinergi Pusat dan Daerah
Melalui penguatan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah, program ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan fasilitas pendidikan secara merata di seluruh Indonesia. Fokus utama adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik, nyaman, dan mendukung proses pembelajaran yang berkualitas bagi seluruh siswa.
Program digitalisasi pembelajaran juga menjadi bagian penting dari rakor ini, sebagai upaya menyiapkan pendidikan Indonesia menghadapi Tahun Anggaran 2026 dengan infrastruktur yang lebih modern dan terintegrasi.
Dengan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah, pemerintah menargetkan program revitalisasi ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas pendidikan nasional, terutama bagi sekolah-sekolah di daerah yang selama ini kekurangan fasilitas memadai. (Tim)




