REMBANG, GEMADIKA.com — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Karya Mulya Lestari di Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, meluncurkan program unggulan berupa pengelolaan lahan empang untuk budidaya ikan bandeng. Program ini digadang-gadang tidak hanya mendorong swasembada pangan lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak peningkatan perekonomian masyarakat Desa Sendangmulyo.

Direktur Utama BUMDes Karya Mulya Lestari, H. Sutrisno Aji, SE, menjelaskan bahwa tahap awal pengembangan dimulai dengan mengelola lahan empang seluas 1,5 hektare di Desa Sendangmulyo.

“Untuk tahap awal, kami memiliki lahan seluas 1,5 hektare. Setelah itu dilakukan pengangkatan lumpur, pembuatan pintu air, serta pembelanjaan bibit ikan bandeng,” jelas Sutrisno Aji saat memaparkan konsep swasembada pangan berbasis potensi lokal pada Rabu (3/12/2025). Bibit bandeng sendiri mulai disebarkan pada tanggal 5 November 2025.

Sutrisno menegaskan bahwa program ini memiliki dampak ganda. Selain berorientasi pada produksi, budidaya bandeng ini juga membuka peluang kerja baru bagi warga desa yang selama ini bergantung pada sektor pertanian dan perikanan tradisional.

Baca juga :  Tak Perlu Takut ke Kantor Polisi, Polsek Grobogan Hadirkan Pelayanan Humanis yang Tuai Apresiasi Warga

Ia menambahkan, inisiatif BUMDes ini selaras dengan arahan pemerintah pusat terkait program ketahanan pangan desa. “Tentunya kegiatan positif ini akan terus dilakukan guna mendukung program pemerintah, yakni ketahanan pangan. Jadi, alokasi dari 20 persen dana desa yang dikucurkan sangat terasa manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Program budidaya bandeng ini diharapkan dapat menjadi contoh konkret pengelolaan dana desa yang produktif. “Ini bisa jadi role model untuk desa-desa lain. Ketika dana desa benar-benar dimanfaatkan untuk program berkelanjutan, hasilnya akan dirasakan langsung oleh warga,” tambah Sutrisno.

Dari estimasi yang dilakukan, dengan menyebar 10.000 bibit bandeng, BUMDes Karya Mulya Lestari menargetkan panen sekitar 2-3 ton ikan bandeng, dengan harga jual perkiraan sekitar Rp 30.000 per kilogram.

Baca juga :  "Manis Manja" Antar Puskesmas Sarang 2 Raih Penghargaan Inovasi Pelayanan Kesehatan ‎

Selain fokus pada perikanan, BUMDes Karya Mulya Lestari juga memiliki rencana pengembangan ke depan, yaitu menciptakan kawasan wisata di sekitar tambak bandeng. Mengingat lokasinya yang strategis dan dekat dengan pantai, potensi wisata dinilai sangat menjanjikan.

Selain budidaya bandeng, BUMDes Karya Mulya Lestari telah lama mengelola program simpan pinjam, khususnya untuk pedagang rumahan. Saat ini, program tersebut memiliki sekitar 40 nasabah di Desa Sendangmulyo dengan pinjaman antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta.

“Hasil simpan pinjam di Musdes dan BUMDes Karya Mulya Lestari sudah bisa memberikan kontribusi ke desa sekira Rp 3,5 juta per tahun,” tutup Sutrisno, menunjukkan keberhasilan BUMDes dalam mengelola berbagai potensi ekonomi desa secara kolaboratif.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami