ACEH, GEMADIKA.com – Pertolongan datang dari udara bagi seorang bocah 9 tahun yang mengalami patah kaki akibat bencana banjir dan longsor di Aceh Tamiang. Selama beberapa hari, bocah asal Dusun Kuala Pusung Kapal ini hanya terbaring tanpa perawatan medis memadai karena akses jalan terputus.

Helikopter Panther HS-1302 milik TNI Angkatan Laut akhirnya menjadi penyelamat. Operasi evakuasi udara dilakukan setelah tim menerima laporan kondisi korban yang membutuhkan penanganan medis segera pada Rabu (11/12/2024).

Dijelaskan dalam siaran pers Dispen TNI AL pada Jumat (12/12/2024), helikopter diterbangkan dari KRI dr. Soeharso-990 yang sedang berlabuh di Perairan Aceh Tamiang.

Tim penyelamat berhasil mengevakuasi bocah tersebut secara aman menggunakan prosedur Evakuasi Medis Udara.

Baca juga :  Jelang Idul Adha, Tol Sibanceh Disiapkan Maksimal — Banda Aceh ke Sigli Kini Hanya Satu Jam

Langsung Ditangani Tim Medis
Sesampainya di kapal, bocah langsung mendapat penanganan dari tim medis KRI dr. Soeharso-990. Pemeriksaan awal menunjukkan adanya patah tulang pada bagian kaki, dan korban kini menjalani perawatan intensif oleh dokter ortopedi serta tenaga kesehatan di kapal.

TNI AL menegaskan operasi penyelamatan ini bagian dari komitmen memberikan bantuan kemanusiaan di wilayah maritim Indonesia. Evakuasi cepat melalui udara dinilai sangat penting untuk menyelamatkan pasien yang berada dalam kondisi kritis maupun di lokasi yang sulit dijangkau.

Kondisi bocah dilaporkan stabil dan terus mendapat pemantauan ketat dari tim medis KRI dr. Soeharso-990.

Baca juga :  Saksikan Final Piala PSAR, Bupati TRK Tegaskan Komitmen Bina Pesepak Bola Muda Nagan Raya

“Pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari perintah Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali,” demikian penjelasan TNI AL.

Banjir dan Longsor Putus Akses
Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh Tamiang membuat akses jalan darat lumpuh total. Kondisi ini menyulitkan warga yang membutuhkan pertolongan medis untuk mencapai rumah sakit, termasuk bocah 9 tahun yang menjadi korban.

Kehadiran KRI dr. Soeharso-990, kapal rumah sakit milik TNI AL, menjadi solusi cepat bagi evakuasi dan perawatan korban bencana di wilayah terisolir.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami