GROBOGAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Tanggungharjo, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, menggelar kegiatan Monitoring Desa serta Serah Terima (MDST) pada Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan transparansi dan akuntabilitas seluruh hasil pembangunan desa tahun anggaran 2025.
Dalam kegiatan tersebut, berbagai program pembangunan dipaparkan kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban terbuka. Salah satu yang menjadi perhatian adalah program peternakan ayam petelur milik desa yang kini telah menunjukkan hasil nyata.
Tim GEMADIKA yang turut hadir di lapangan memantau langsung lokasi peternakan ayam telur tersebut. Diketahui, peternakan mulai panen sejak Januari 2026 dengan produksi rata-rata mencapai 547 butir telur per hari dari total populasi sekitar 650 ekor ayam.

Capaian ini dinilai sebagai langkah positif dalam mendorong kemandirian ekonomi desa serta menambah potensi Pendapatan Asli Desa (PADes).
Transparansi dan Pelaporan Pembangunan
Perangkat Desa Tanggungharjo, BPK iruel, menjelaskan bahwa MDST merupakan agenda penting dalam siklus pembangunan desa. Kegiatan ini menjadi sarana evaluasi sekaligus laporan terbuka kepada masyarakat.
“MDST ini dilaksanakan untuk transparansi hasil pembangunan tahun 2025. Semua indikator pembangunan sudah terlaksana, dan saat ini tinggal pemaparan laporan serta evaluasi,” ujar iruel saat ditemui Tim Gemadika.
Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana desa.
Anggaran dan Sumber Dana
iruel juga menjelaskan bahwa kegiatan MDST didukung anggaran sebesar Rp6 juta yang dialokasikan khusus untuk konsumsi selama kegiatan berlangsung.
“Alokasinya Rp6 juta dari Pendapatan asli desa (PAD) , khusus untuk konsumsi selama kegiatan. Sumber dana jelas dan diawasi agar penggunaan transparan,” jelasnya.
Seluruh pembiayaan berasal dari Pendaptan asli desa (PAD) dan dicatat sesuai mekanisme pelaporan yang berlaku.
Kegiatan MDST Desa Tanggungharjo tidak hanya menitikberatkan pada laporan administrasi, tetapi juga memberi ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung hasil pembangunan yang telah berjalan. Dengan pola monitoring terbuka seperti ini, Pemdes berharap partisipasi warga semakin meningkat serta pengelolaan keuangan desa semakin dipercaya.
Program peternakan ayam petelur yang kini telah berproduksi stabil menjadi salah satu contoh konkret hasil pembangunan berbasis pemberdayaan ekonomi desa.
(Joko P)




