GROBOGAN, GEMADIKA.com – Program Karya Bhakti Mandiri (KBM) Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 0717/Grobogan resmi ditutup pada Kamis (19/2/2026) pukul 09.00–11.00 WIB di Desa Rejosari, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan.
Kegiatan penutupan ini merupakan bagian dari program Bhakti TNI bidang teritorial yang dilaksanakan di wilayah Koramil 02/Grobogan. Acara berlangsung tertib, aman, dan penuh kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Hadir Unsur Forkopimda dan Tokoh Daerah
Sejumlah pejabat daerah dan unsur Forkopimda turut hadir, di antaranya Wakil Bupati Grobogan H. Sugeng Prasetyo, S.E., M.M., Dandim 0717/Grobogan Letkol Inf Wefri Sandiyanto, perwakilan Kejaksaan Negeri Grobogan, Wakil Ketua II DPRD Grobogan, perwakilan Pengadilan Negeri Purwodadi, perwakilan Kapolres Grobogan, Staf Ahli Bupati, Camat Grobogan, Danramil dan Kapolsek Grobogan, hingga Kepala Desa Rejosari Ali Sadikin beserta perangkat desa dan warga.
Bupati Grobogan, Setyo Hadi, juga turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut.

Sasaran Fisik Tuntas 100 Persen
Dalam program KBM Tahap II ini, seluruh sasaran fisik berhasil diselesaikan 100 persen, meliputi:
- Pengecoran jalan sepanjang 400 meter dengan lebar 2,5 meter dan tebal 15 cm
- Rehab mushola 2 unit
- Rehab pos kamling 2 unit
- Jambanisasi 5 unit
Selain sasaran fisik, kegiatan nonfisik juga dilaksanakan, seperti penyuluhan administrasi kependudukan, kesehatan dan stunting, keluarga berencana, serta wawasan kebangsaan dan bela negara.
Program ini juga diisi dengan pembagian alat sekolah untuk siswa SD, bantuan sembako bagi warga, serta penyerahan Kartu Identitas Anak (KIA).
Dandim: KBM Wujud Kemanunggalan TNI dan Rakyat
Dalam sambutannya, Dandim 0717/Grobogan, Wefri Sandiyanto, menegaskan bahwa KBM bukan sekadar proyek pembangunan fisik.
“Kegiatan ini bukan sekadar proyek pembangunan, tetapi sarana memperkuat budaya gotong royong, kebersamaan, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat. Semangat kerja bersama menjadi kunci keberhasilan sekaligus warisan budaya yang harus terus dijaga.”
Ia juga menyampaikan bahwa program KBM telah berjalan selama 18 tahun sejak 2008 dan menjangkau 180 desa di Kabupaten Grobogan, dengan capaian antara lain:
- Cor jalan 79,5 km
- Rehab mushola 191 unit
- Rehab poskamling 256 unit
- Jambanisasi 1.195 unit
- RTLH 13 unit
“Karena itu kegiatan Karya Bhakti seperti ini perlu terus dilaksanakan dan dikembangkan dengan inovasi baru, selain untuk membantu kesulitan rakyat, juga sebagai wadah efektif bagi TNI – AD khususnya Kodim 0717/Grobogan untuk menjalin silahturahmi, kerja sama serta komunikasi dengan masyarakat yang ada di wilayah Kabupaten Grobogan. Dengan terwujudnya hubungan emosional yang baik, rasa kebersamaan dan kemanunggalan TNI dan Rakyat maka akan dapat dijadikan sebagai penangkal kekuatan yang kuat terhadap setiap bentuk ancaman yang dihadapi bangsa ini.”
Ia juga berpesan agar seluruh hasil pembangunan dirawat dengan baik demi keberlanjutan manfaat bagi masyarakat.
Bupati: KBM Hidupkan Kembali Budaya Gotong Royong
Sementara itu, Bupati Grobogan Setyo Hadi menyampaikan bahwa program KBM mampu menghidupkan kembali budaya gotong royong yang mulai memudar.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemkab Grobogan saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran dan berharap dukungan masyarakat agar program pembangunan tetap berjalan optimal, termasuk revitalisasi sejumlah sekolah dasar yang belum terealisasi.
Masyarakat Antusias dan Berbaur
Selama pelaksanaan KBM Tahap II, masyarakat Desa Rejosari tampak antusias dan berbaur bersama anggota Koramil 02/Grobogan dalam menyelesaikan pekerjaan. Kegiatan berlangsung aman dan lancar hingga selesai.
Program ini kembali menegaskan komitmen TNI bersama pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan desa, memperkuat solidaritas sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis :kodim 0717/grobogan




