MEDAN, GEMADIKA.com – Puluhan emak-emak warga Perwira II, Lingkungan IX, Kelurahan Pulo Brayan Bengkel, Kecamatan Medan Timur, menggeruduk Kantor Camat Medan Timur di Jalan HM Said, Medan, pada Jumat (6/3/2026) pagi. Mereka menolak pengangkatan M. Salim sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) IX dan menduga ada permainan di balik proses pemilihan tersebut.

Aksi sempat memanas karena para pendemo menunggu lebih dari tiga jam sebelum Camat Medan Timur, Fernanda, akhirnya keluar menemui massa. Warga membawa poster bertuliskan penolakan terhadap M. Salim dan dukungan kepada Endang Priska sebagai Kepling IX.

Setelah dipersilakan masuk ke aula kantor camat, warga menyampaikan aspirasinya secara langsung.

“Kami tidak mau pak M. Salim menjadi Kepling kami. Karena sebelumnya saat beliau menjabat sebagai Kepling IX dia tidak amanah dan mengecewakan kami sebagai warganya. Kami tetap mendukung Endang Priska menjadi Kepling,” ungkap salah satu warga, Irmawati.

Baca juga :  Dukung Pendidikan Islam di Sumut, Bupati Batu Bara Hadiri Milad ke-68 UNIVA Medan dan Dorong Lahirnya Fakultas Vokasi
Puluhan warga Lingkungan IX Pulo Brayan Bengkel, Medan, menggelar aksi di Kantor Camat Medan Timur, Jumat (6/3/2026). (Istimewa)

Warga lainnya, Rini, menambahkan bahwa Endang Priska meraih 350 suara dukungan warga namun tidak dilantik.

“Dan sewaktu menjabat selalu humanis, tidak pernah menyusahkan kami masyarakat, semua urusan dibuatnya gratis,” jelasnya.

Sebaliknya, warga menilai kinerja M. Salim saat menjabat Kepling pada 2021–2022 mengecewakan — urusan surat-menyurat dipersulit, bantuan sosial diduga tidak tersalurkan ke warga, dan keluhan masyarakat tidak pernah direspons.

Camat Fernanda berdalih pengangkatan M. Salim telah melalui mekanisme penilaian sesuai Perda Kota Medan Nomor 9 Tahun 2017 dan Perwal Kota Medan Nomor 21 Tahun 2021.

Baca juga :  Eks Aparat Berujung di Bisnis Haram: Pria 59 Tahun Diciduk Satresnarkoba Polrestabes Medan

“Kami akan terus melakukan pengawasan kepada M. Salim. Jika nantinya dia melanggar ketentuan-ketentuan yang berlaku, segera kami copot,” tegasnya.

Jawaban camat tidak memuaskan warga. Para pendemo menilai penilaian tersebut sudah disetting sebelumnya dan menduga ada keterlibatan oknum anggota DPRD

Mereka juga mengkritik Wali Kota Medan Rico Waas yang dinilai tidak tegas dalam mengawasi proses pengangkatan kepling, serta mendesak agar Camat Medan Timur dan lurah setempat dinonaktifkan. Warga menyatakan akan kembali menggelar aksi demo ke Kantor Wali Kota Medan dalam waktu dekat. (Selamet)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami