JAKARTA, GEMADIKA.com – Tren perjalanan wisata global mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya wisatawan cenderung berburu destinasi populer dan spot foto ikonik, kini arah perjalanan mulai bergeser menuju pengalaman yang lebih personal, emosional, dan bermakna.

Fenomena ini turut diamati oleh Golden Rama Tours & Travel yang menilai bahwa wisata modern tidak lagi sekadar aktivitas rekreasi, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus sarana mencari keseimbangan hidup.

General Manager Communication & CRM Golden Rama Tours & Travel, Ricky Hilton, menjelaskan bahwa wisatawan masa kini lebih tertarik pada perjalanan yang mampu menghadirkan pengalaman autentik serta membangun koneksi emosional dengan destinasi yang dikunjungi.

Menurutnya, tren perjalanan saat ini semakin erat kaitannya dengan konsep self fulfillment atau pemenuhan diri, di mana wisatawan tidak hanya ingin berlibur, tetapi juga membawa pulang cerita dan pengalaman yang berkesan.

Baca juga :  Bukan Hanya 2 Jurnalis Republika! Total 9 WNI Ditangkap Tentara Israel di Kapal Flotilla Gaza

“Wisatawan kini tidak hanya ingin melihat tempat baru, tetapi juga mencari ketenangan, pengalaman budaya, hingga makna dari setiap perjalanan yang mereka lakukan,” ujarnya.

Hal tersebut sejalan dengan laporan “The Intentional Traveler” dari Marriott International yang menunjukkan bahwa wisatawan premium di kawasan Asia Pasifik kini lebih mengutamakan personalisasi perjalanan, wellbeing, serta pengalaman yang lebih mendalam dibanding sekadar mengunjungi destinasi populer.

Dalam laporan tersebut disebutkan, sebanyak 93 persen wisatawan kelas atas di Asia Pasifik menginginkan perjalanan yang terasa lebih personal dan bermakna. Tren ini juga mendorong meningkatnya minat terhadap shoulder season travel, yakni bepergian di luar musim liburan utama untuk mendapatkan pengalaman yang lebih tenang dan eksklusif.

Salah satu tren yang kini semakin diminati adalah wisata musim gugur, terutama di negara-negara seperti Jepang dan Korea Selatan. Kedua destinasi ini menawarkan keindahan alam yang khas dengan perubahan warna dedaunan yang memikat.Di Jepang, wisatawan kerap mengunjungi kawasan Danau Kawaguchi untuk menikmati festival Kawaguchiko Momiji Matsuri, yang terkenal dengan Momiji Corridor—jalur pepohonan maple yang berubah warna menjadi merah dan oranye dengan latar belakang Gunung Fuji yang ikonik.

Baca juga :  6 Pekerjaan yang Cocok untuk Shio Ayam, Berpotensi Datangkan Rezeki dan Sukses

Selain itu, fenomena unik Shikizakura juga menjadi daya tarik tersendiri. Bunga sakura ini mekar dua kali dalam setahun, termasuk saat musim gugur, sehingga menciptakan perpaduan langka antara bunga sakura dan dedaunan musim gugur yang memukau.

Sementara itu, Korea Selatan juga menawarkan panorama musim gugur yang tak kalah indah, dengan hamparan pegunungan dan taman kota yang berubah warna menjadi kuning keemasan hingga merah menyala.

Dilansir dariWisataviva.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami