PAGAR ALAM, GEMADIKA.com — Sebuah kisah mengharukan dari kawasan Gunung Dempo, Sumatera Selatan, menyentuh hati warganet di media sosial. Di tengah hujan deras dan jalur pendakian yang cukup berat, seorang ibu tetap melangkah menuju lereng gunung bukan untuk berwisata ataupun menaklukkan puncak.
Perjalanan itu dilakukan demi mengenang dua putranya, Jumadi dan Fikri, yang meninggal dunia pada tahun 2019 saat berada di kawasan Gunung Dempo.
Dengan langkah perlahan menembus kabut dan hujan, sang ibu membawa sebuah plakat memorial yang akan dipasang di lokasi yang menyimpan kenangan terakhir bersama kedua anaknya. Di balik perjalanan tersebut tersimpan kerinduan yang belum pernah benar-benar hilang meski waktu telah berlalu bertahun-tahun.
Bagi sang ibu, pendakian itu bukan sekadar perjalanan fisik. Setiap langkah yang ditempuh menjadi simbol cinta, doa, dan kenangan yang masih terjaga untuk kedua buah hatinya.
Momen pemasangan plakat memorial tersebut kemudian viral dan mengundang simpati dari banyak pengguna media sosial. Tidak sedikit yang mengaku terharu melihat perjuangan seorang ibu yang kembali mendatangi tempat yang menyimpan duka mendalam dalam hidupnya.
Banyak orang mungkin tidak mampu membayangkan bagaimana rasanya kembali ke lokasi yang menjadi saksi kehilangan orang tercinta. Namun kasih sayang seorang ibu sering kali melampaui rasa lelah, takut, bahkan luka yang belum sepenuhnya sembuh.
Di tengah dinginnya udara pegunungan dan derasnya hujan yang mengguyur Gunung Dempo, tersimpan pesan tentang cinta yang tidak pernah pudar oleh waktu.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa kehilangan memang tidak bisa dihapus, tetapi cinta seorang ibu kepada anak-anaknya akan selalu hidup dan tinggal di dalam hati selamanya.




