JAKARTA, GEMADIKA.com Ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran terus memengaruhi perekonomian global, terutama sektor energi. Namun di tengah situasi tersebut, Guyana justru muncul sebagai salah satu negara yang memperoleh keuntungan besar dari melonjaknya harga minyak dunia.

Negara kecil di pesisir utara Amerika Selatan itu sebelumnya telah mencatatkan diri sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di dunia berkat penemuan cadangan minyak dalam jumlah besar. Kini, kenaikan harga minyak global akibat ketidakpastian di Timur Tengah diperkirakan semakin memperkuat posisi ekonomi Guyana.

Presiden Guyana, Irfaan Ali, menyatakan bahwa kondisi geopolitik saat ini menunjukkan pentingnya keberadaan negara-negara yang mampu menyediakan pasokan energi secara stabil bagi pasar dunia.

Menurutnya, Guyana memiliki keunggulan berupa stabilitas politik, akses langsung ke Samudra Atlantik, serta cadangan minyak yang diperkirakan mencapai sekitar 11 miliar barel.

“Dunia telah menyaksikan terlalu banyak booming energi yang meninggalkan kota-kota hantu, hutan yang terkuras, dan penduduk yang kecewa. Guyana tidak akan menjadi cerita seperti itu,” ujarnya dalam pidato di Baker Institute yang dikutip Reuters.

Ekonomi Melonjak Berkat Minyak

Dalam beberapa tahun terakhir, produksi minyak Guyana meningkat pesat melalui konsorsium yang dipimpin ExxonMobil. Produksi saat ini dilaporkan telah melampaui 900.000 barel per hari, hanya tujuh tahun setelah penemuan ladang minyak besar pertama di negara tersebut.

Baca juga :  Messi Tetap Dipanggil ke Skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026 Meski Cedera, Ini Daftar Lengkapnya

Data Bank Dunia menunjukkan produk domestik bruto (PDB) Guyana meningkat lebih dari empat kali lipat antara 2019 hingga 2024 dan mencapai sekitar US$27,5 miliar.

Pertumbuhan ekonomi tersebut terlihat jelas di ibu kota Georgetown yang kini dipenuhi pembangunan gedung perkantoran modern, hotel baru, kawasan hunian, hingga berbagai fasilitas pendukung industri energi.

Berdasarkan perhitungan Reuters, jika harga minyak bertahan di kisaran US$100 per barel hingga akhir tahun, pendapatan minyak Guyana berpotensi mencapai sekitar US$4,3 miliar atau meningkat sekitar 67 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, negara tersebut diperkirakan akan segera memperoleh porsi keuntungan yang lebih besar dari produksi minyak. Selama ini konsorsium ExxonMobil mengambil sebagian besar produksi untuk menutup biaya eksplorasi dan pengembangan. Setelah biaya tersebut tertutupi, bagian keuntungan yang diterima pemerintah Guyana akan meningkat secara signifikan.

Tantangan di Balik Ledakan Ekonomi

Meski menikmati pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi, Guyana tetap menghadapi sejumlah tantangan. Pemerintah berupaya menghindari ketergantungan berlebihan pada sektor minyak yang dapat membuat ekonomi rentan terhadap fluktuasi harga energi global.

Sebagai langkah antisipasi, Guyana membentuk dana kekayaan negara sejak 2019 untuk menampung pendapatan minyak dan menggunakannya secara bertahap bagi pembangunan nasional.

Presiden Irfaan Ali mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak juga membawa konsekuensi berupa meningkatnya biaya impor berbagai kebutuhan, termasuk bahan bakar dan pupuk.

Baca juga :  20 Ucapan Idul Adha 2026 Penuh Doa dan Menyentuh Hati, Cocok untuk Keluarga hingga Media Sosial

“Inilah kompleksitas pesan yang disampaikan ketika orang bangun setiap pagi dan melihat headline bahwa negara ini berlimpah uang, hal itu memicu ekspektasi tertentu,” katanya.

Di sisi lain, sejumlah infrastruktur dasar masih memerlukan perbaikan. Pemadaman listrik masih terjadi di beberapa wilayah dan pembangunan fasilitas publik belum sepenuhnya mampu mengimbangi pesatnya pertumbuhan sektor minyak.

Mendorong Keterlibatan Pelaku Usaha Lokal

Pemerintah Guyana juga berupaya memastikan manfaat industri minyak dapat dirasakan masyarakat secara luas melalui kebijakan konten lokal.

Peraturan tersebut mewajibkan perusahaan minyak dan gas menggunakan jasa serta produk dari perusahaan lokal dalam berbagai sektor, mulai dari katering, transportasi, hingga layanan kesehatan.

Kebijakan itu diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, serta memperkuat perekonomian nasional di luar sektor minyak.

Meski demikian, sejumlah pelaku usaha lokal masih menilai perusahaan internasional memperoleh manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan masyarakat Guyana secara langsung.

Para pengamat menilai tantangan terbesar Guyana ke depan bukan hanya mempertahankan pertumbuhan ekonomi tinggi, tetapi juga memastikan kekayaan dari sektor energi dapat mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami