BANDUNG, GEMADIKA.com – Wakil Rektor Bidang Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, menerima penghargaan bergengsi dari Pemerintah Prancis berupa Chevalier dans l’Ordre des Palmes Académiques. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan seni kontemporer, pendidikan, dan kerja sama budaya antara Indonesia dan Prancis.
Penghargaan Palmes Académiques merupakan salah satu tanda kehormatan tertua di Prancis yang dicetuskan oleh Napoleon Bonaparte pada tahun 1808. Penghargaan ini diberikan kepada individu yang dinilai memiliki kontribusi luar biasa dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta pelestarian warisan budaya.
Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk pengakuan atas dedikasi Dr. Rikrik Kusmara dalam memajukan dunia pendidikan dan seni, baik di tingkat nasional maupun internasional.
“Hari ini, Dr. Andryanto Rikrik Kusmara bergabung dengan kelompok tokoh terhormat yang pernah menerima penghargaan ini. Melalui diri Anda, Prancis memberikan penghormatan kepada seorang seniman, pendidik, dan pembangun,” ujar Penone.
Menurutnya, kontribusi Dr. Rikrik tidak hanya terbatas di lingkungan akademik. Ia juga berperan penting dalam membangun ekosistem seni kontemporer Indonesia dengan membuka ruang kolaborasi, kreativitas, dan pertukaran gagasan di ranah publik.
Salah satu kontribusi yang mendapat perhatian adalah perannya dalam memperkuat hubungan kerja sama antara Kota Bandung dan Saint-Étienne, Prancis. Kerja sama tersebut berkembang setelah Bandung ditetapkan sebagai Kota Kreatif UNESCO pada 2015.
Kolaborasi tersebut melahirkan berbagai program strategis, termasuk pendirian Material Library pertama di Indonesia di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Fasilitas tersebut menjadi pusat pembelajaran desain sekaligus wadah penelitian material alami dan inovatif dari kawasan Asia Tenggara.
Selain itu, Dr. Rikrik juga aktif membangun jejaring kemitraan dengan sejumlah institusi pendidikan dan seni terkemuka di Prancis, seperti Université Paris 1 Panthéon-Sorbonne dan École Supérieure d’Art et Design Saint-Étienne.
Menanggapi penghargaan yang diterimanya, Dr. Rikrik Kusmara menyampaikan rasa syukur dan menyebut penghargaan tersebut sebagai simbol dari perjalanan panjang kolaborasi antara Indonesia dan Prancis.
“Dengan penuh rasa syukur, kerendahan hati, dan kehormatan yang mendalam, saya menerima tanda kehormatan Chevalier dans l’Ordre des Palmes Académiques yang dianugerahkan oleh Pemerintah Republik Prancis,” ungkapnya.
Penghargaan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan akademik, budaya, dan inovasi antara Indonesia dan Prancis, sekaligus menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan dan seni di Tanah Air.



