REMBANG, GEMADIKA.com- Rencana revitalisasi Pasar Kota Rembang mendapat dukungan dari para pedagang. Namun, di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih lesu, mereka meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang memastikan seluruh persiapan relokasi dan pembangunan dilakukan secara matang agar tidak menimbulkan dampak berkepanjangan terhadap aktivitas perdagangan.

‎Salah satu pedagang Pasar Rembang, Priyanto, mengatakan dirinya tidak mempermasalahkan rencana pemindahan pedagang ke lokasi penampungan sementara di lahan eks Pasar Kambing atau Pasar Hewan Sumberjo. Meski demikian, ia menilai pemerintah perlu memastikan fasilitas dasar di lokasi relokasi benar-benar siap sebelum pedagang dipindahkan.

‎Menurutnya, aspek seperti akses jalan, sistem drainase, dan perlindungan dari genangan air menjadi kebutuhan penting untuk menjaga keamanan barang dagangan.

‎“Kalau relokasi memang untuk pembangunan pasar yang lebih baik, kami mendukung. Tetapi tempat penampungan harus ditata dengan baik, terutama saluran air dan fondasinya harus cukup tinggi agar tidak mudah tergenang saat hujan,” ujar Priyanto, Selasa (16/6/2026).

‎Selain kesiapan infrastruktur, Priyanto juga menyoroti pentingnya kepastian pendanaan proyek revitalisasi. Ia berharap proses relokasi tidak dilakukan sebelum seluruh tahapan pembangunan memiliki kepastian anggaran sehingga proyek dapat berjalan sesuai rencana.

‎Menurut dia, kepastian tersebut penting agar pedagang tidak terlalu lama berada di lokasi penampungan sementara yang berpotensi memengaruhi pendapatan mereka.

‎“Kami berharap anggaran pembangunan sudah benar-benar siap sebelum pedagang dipindahkan. Jangan sampai proses pembangunan terhambat sehingga pedagang harus bertahan terlalu lama di lokasi sementara,” katanya.

‎Priyanto berharap proyek revitalisasi dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, sekitar satu hingga satu setengah tahun, sehingga aktivitas perdagangan bisa segera kembali normal di pasar yang baru.

‎Minta Jaminan Hak Pedagang

‎Pandangan serupa disampaikan pedagang lainnya, Gatot. Ia menilai revitalisasi pasar merupakan langkah yang dibutuhkan mengingat kondisi fasilitas saat ini sudah memerlukan perbaikan demi meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung
‎.
‎“Tentu kami menyambut baik pembangunan pasar. Harapannya pasar menjadi lebih bersih, tertata, dan nyaman sehingga bisa menarik lebih banyak pembeli,” ujarnya.

‎Namun demikian, Gatot menegaskan bahwa persoalan yang paling penting bagi pedagang adalah kepastian memperoleh kembali tempat usaha setelah proyek selesai dikerjakan.

‎Ia berharap seluruh pedagang yang saat ini aktif berjualan mendapatkan hak yang sama untuk menempati lapak baru tanpa adanya beban biaya tambahan yang memberatkan.

‎“Kami ingin ada jaminan bahwa pedagang yang sekarang berjualan tetap mendapatkan tempat secara adil setelah pembangunan selesai. Dengan pasar yang lebih baik, kami juga berharap omzet usaha bisa meningkat,” katanya.

‎Pemkab Siapkan Rapat Koordinasi

‎Sementara itu, Pemkab Rembang dijadwalkan menggelar rapat koordinasi lintas sektoral terkait persiapan revitalisasi Pasar Kota Rembang yang masuk dalam agenda pembangunan strategis. Pertemuan tersebut akan berlangsung di Ruang Rapat Bupati Rembang pada Rabu (17/6/2026).

‎Rapat tersebut direncanakan melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah daerah, Forkopimda, instansi teknis terkait, perwakilan legislatif, hingga organisasi pedagang pasar.

‎Melalui forum tersebut, pemerintah diharapkan dapat menyerap aspirasi pedagang sekaligus menyampaikan secara rinci tahapan pelaksanaan revitalisasi, termasuk skema relokasi, kesiapan fasilitas penampungan sementara, serta kepastian jadwal pembangunan.

‎Para pedagang berharap proses revitalisasi dapat berjalan transparan dan mengedepankan komunikasi yang intensif agar tujuan modernisasi pasar dapat tercapai tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha masyarakat kecil yang selama ini menggantungkan hidupnya dari aktivitas perdagangan di Pasar Kota Rembang.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami