GROBOGAN, GEMADIKA.com – Sebuah kandang sapi milik Agus Cahyono (37), warga Desa Boloh, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, dilalap si jago merah pada Minggu (21/6/2026) siang. Kebakaran tersebut mengakibatkan bangunan kandang mengalami kerusakan parah dan dua ekor sapi yang berada di dalamnya mengalami luka akibat terkena kobaran api.

Peristiwa tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian material mencapai sekitar Rp40 juta. Dugaan sementara, api berasal dari bediang atau alat penghangat yang digunakan di area kandang.

Kapolres Grobogan AKBP Ike Yulianto melalui Kapolsek Toroh AKP Joko Ismanto menjelaskan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik kandang saat hendak memberikan pakan kepada sapi yang berada di belakang rumahnya.

Sesampainya di lokasi, korban melihat asap tebal disertai percikan api yang muncul dari bagian kandang. Menyadari kondisi tersebut, korban segera meminta bantuan warga sekitar.

Baca juga :  Pemdes Tambirejo Gelar Rapat Koordinasi Bulanan, Perkuat Sinergi Pelayanan dan Pembangunan Desa

“Warga langsung berdatangan dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun kobaran api dengan cepat membesar karena sebagian besar bangunan kandang menggunakan material kayu jati,” ujar AKP Joko Ismanto.

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi segera melakukan proses pemadaman. Berkat penanganan cepat, api berhasil dikendalikan sebelum merembet ke rumah tinggal maupun bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, dua ekor sapi milik korban mengalami luka-luka akibat terkena panas dan kobaran api. Sementara itu, bangunan kandang mengalami kerusakan yang cukup berat.

Setelah menerima laporan, petugas SPKT Polsek Toroh bersama Unit Reskrim langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi serta mengamankan sisa-sisa kayu yang terbakar sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan.

Baca juga :  Dandim Grobogan Dampingi Kasilog Korem/073/Makutarama Tinjau Marshaling Area Baru

“Dugaan sementara, sumber api berasal dari bediang yang digunakan sebagai penghangat di kandang. Namun penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut,” jelas Kapolsek.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan bediang maupun sumber panas lainnya, khususnya di bangunan yang didominasi material mudah terbakar seperti kayu dan jerami.

“Pastikan bediang maupun instalasi listrik dalam kondisi aman dan tidak ditinggalkan tanpa pengawasan. Kebakaran dapat dengan cepat membesar apabila api mengenai material yang mudah terbakar,” pungkas AKP Joko Ismanto.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami