GROBOGAN, GEMADIKA.com – Pemerintah Desa Dimoro, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, dipercaya menjadi tuan rumah Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal dalam Program Kolaborasi Kecamatan Berdaya yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Dimoro, Kamis (9/7/2026), sebagai upaya meningkatkan pemanfaatan potensi pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Toroh, Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kecamatan Toroh, Kepala Desa Dimoro Totok Suprapto, serta sejumlah peserta dari berbagai unsur masyarakat.

Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan, terdiri dari lima kader PKK Desa Dimoro, lima perwakilan PKK Kecamatan Toroh, serta peserta lainnya dari kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program pengembangan pangan lokal.

Baca juga :  PT BAK Minta Kesetaraan Hukum, Tegaskan Izin Operasional Sedang Diproses

Kepala Desa Dimoro, Totok Suprapto, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah yang telah menunjuk Desa Dimoro sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, pelatihan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menambah pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Peserta mengikuti Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal Program Kolaborasi Kecamatan Berdaya di Balai Desa Dimoro, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan, Kamis (9/7/2026).

Ia berharap ilmu yang diperoleh peserta tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga mampu dikembangkan menjadi usaha produktif yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah menjelaskan bahwa pengembangan pangan lokal merupakan salah satu strategi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Melalui pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di daerah, masyarakat diharapkan semakin mandiri serta mampu menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing.

Baca juga :  Warga Kudus Heboh Air "Misterius" di Teras Rumah, Ternyata Cuma Pipa PDAM Bocor

Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai teknik pengolahan pangan lokal, pemilihan bahan baku yang berkualitas, teknik pengemasan produk, hingga strategi pemasaran. Kegiatan juga dilengkapi dengan praktik langsung sehingga peserta dapat memahami proses pengolahan secara lebih efektif.

Melalui Program Kolaborasi Kecamatan Berdaya, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi pangan lokal. Program ini juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha berbasis pangan lokal yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tim Gemadika.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami