JAKARTA, GEMADIKA.com – Aksi sekelompok anak-anak yang menghadang pengendara sepeda motor di trotoar Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, kembali menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial.

Dalam rekaman yang beredar, sejumlah bocah terlihat berdiri di atas trotoar sambil membawa ranting kayu untuk menghalau para pengendara motor yang mencoba melintas. Mereka meminta para pengendara memutar balik dan kembali menggunakan jalur arteri.

Sebagian pengendara memilih berbalik arah, namun beberapa lainnya tetap nekat menerobos barisan anak-anak tersebut.

Trotoar di kawasan tersebut diketahui kerap dijadikan jalur alternatif oleh pengendara sepeda motor untuk menghindari kemacetan, meski fasilitas itu sejatinya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Polisi: Pengawasan Terus Dilakukan

Kepala Unit Lalu Lintas Polsek Cengkareng, AKP Yeni, mengatakan pihaknya secara rutin melakukan pengawasan di lokasi. Namun, para pelanggar sering kali hanya memanfaatkan trotoar saat petugas tidak berada di tempat.

Baca juga :  Harga Emas Antam Hari Ini, 11 Juli 2026 Naik Rp5.000 per Gram

“Kita memang sering melakukan pengawasan di situ. Tapi kalau petugas ada di lokasi, mereka tiba-tiba tidak lewat trotoar. Jadi seperti kucing-kucingan,” ujar AKP Yeni.

Untuk mencegah pelanggaran berulang, pihak kepolisian berencana mengusulkan pemasangan pembatas fisik di trotoar.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dan Dinas Perhubungan untuk memasang besi pembatas agar sepeda motor tidak lagi melintas di trotoar,” katanya.

Menurutnya, penggunaan trotoar oleh kendaraan bermotor tidak hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pejalan kaki.

Anak-anak Juga Diimbau Tidak Bermain di Trotoar

Selain menyoroti pelanggaran pengendara, polisi juga mengingatkan anak-anak agar tidak menjadikan trotoar sebagai tempat bermain.

AKP Yeni menjelaskan bahwa kawasan tersebut berada di tepi jalan utama dengan arus kendaraan yang padat sehingga berpotensi membahayakan keselamatan.

“Anak-anak itu juga sering bermain bola di sana. Itu juga tidak diperbolehkan. Trotoar hanya untuk pejalan kaki, bukan untuk bermain,” ujarnya.

Baca juga :  Andropause pada Pria: Kapan Mulai Terjadi? Kenali Gejala dan Cara Mengatasinya

Pihak kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak menggunakan trotoar sebagai jalur alternatif meskipun kondisi jalan sedang macet.

“Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas,” tambah AKP Yeni.

Dishub Ingatkan Fungsi Trotoar

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, juga telah mengingatkan bahwa trotoar merupakan fasilitas yang disediakan khusus bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Ia mengimbau seluruh pengendara agar tidak memanfaatkan trotoar sebagai jalan pintas karena dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Dilansir dari Detiknews.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami