JAKARTA, GEMADIKA.com – Kebiasaan sederhana mengonsumsi teh setiap hari ternyata dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa minum sekitar 500 hingga 1.000 mililiter teh per hari, atau setara dengan dua hingga empat cangkir, berpotensi membantu memperkuat sistem kardiovaskular sekaligus menurunkan risiko penyakit jantung.

Mengutip berbagai hasil penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, manfaat tersebut berasal dari kandungan senyawa alami pada teh seperti katekin, theaflavin, flavonoid, dan polifenol. Senyawa-senyawa tersebut berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi yang membantu melindungi pembuluh darah dari kerusakan akibat radikal bebas.

Paparan radikal bebas secara terus-menerus dapat memicu stres oksidatif yang berpotensi merusak endotelium, yakni lapisan bagian dalam pembuluh darah. Kerusakan pada lapisan ini dapat mempermudah penumpukan kolesterol sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyempitan atau pengerasan pembuluh darah.

Polifenol dalam teh diketahui berperan menjaga elastisitas pembuluh darah, memperlancar aliran darah, serta membantu menekan peradangan kronis yang berkaitan dengan berbagai penyakit kardiovaskular.

Baca juga :  Tanggapi Pernyataan Kontroversial, Ketua Umum IWO Indonesia Akan Kirimkan Surat dan Siap Temui Hotman Paris

Berpotensi Turunkan Risiko Stroke

Manfaat konsumsi teh juga didukung oleh analisis terhadap 14 penelitian yang melibatkan lebih dari 510.000 responden. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi sekitar tiga cangkir teh setiap hari berkaitan dengan penurunan risiko stroke hingga 13 persen, terutama stroke iskemik yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.

Selain itu, penelitian yang diterbitkan dalam European Journal of Preventive Cardiology pada tahun 2020 terhadap sekitar 100.000 orang dewasa menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi teh sedikitnya tiga kali dalam seminggu memiliki risiko lebih rendah mengalami penyakit jantung maupun kematian dini akibat gangguan kardiovaskular.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa peminum teh secara rutin cenderung mengalami penyakit kardiovaskular sekitar 1,4 tahun lebih lambat dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsi teh.

Teh Hijau Bukan Satu-satunya Pilihan

Meski teh hijau sering dianggap paling menyehatkan, para peneliti menilai belum terdapat bukti ilmiah yang cukup untuk menyatakan bahwa teh hijau lebih baik dibandingkan teh hitam maupun teh oolong dalam menjaga kesehatan jantung.

Baca juga :  Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan arah pengembangan wellness tourism sebagai salah satu fokus pariwisata berkualitas Indonesia dalam konferensi pers di Jakarta.

Ketiga jenis teh tersebut berasal dari tanaman yang sama, yakni Camellia sinensis. Perbedaannya hanya terletak pada proses pengolahan dan tingkat fermentasi daun teh.

Tetap Harus Diimbangi Pola Hidup Sehat

Para ahli mengingatkan bahwa teh bukanlah obat untuk menyembuhkan penyakit jantung. Konsumsi teh sebaiknya dijadikan bagian dari pola hidup sehat yang mencakup pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan merokok.

Agar manfaatnya lebih optimal, teh dianjurkan dikonsumsi tanpa tambahan gula atau pemanis berlebihan. Konsumsi secara berlebihan juga tidak disarankan karena kandungan kafein pada teh dapat menimbulkan efek samping bagi sebagian orang.

Dilansir dari Detikhelt.

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami