MAMASA, GEMADIKA.comStasiun pembaca curah hujan di Mamasa mengalami kerusakan akibat tindakan orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Ini merupakan kerusakan ke-tiga kalinya yang terjadi, mengakibatkan pemantauan cuaca di Mamasa tidak dapat dilakukan secara normal oleh pihak PLTA Bakaru, Sabtu (31/08/2024).

Penting untuk diketahui, pemantauan curah hujan oleh PLTA Bakaru sangat krusial untuk menghitung debit air sungai di Mamasa, yang merupakan sumber utama aliran air untuk PLTA Bakaru.

Lokasi stasiun yang dirusak terletak di wilayah Tatoa’, Gunung Pa’tolongan, Kelurahan Mamasa.

Baca juga :  Aktivitas Galian C di Batu Bara Disorot, Mayoritas SIPB Berakhir; Potensi PAD dan Pengawasan Jadi Sorotan

Petugas penjaga stasiun Mamasa, Roman, menjelaskan bahwa pihaknya sudah tiga kali mengganti gembok yang sering dirusak atau hilang.

“Sudah keseringan pintu stasiun di dapati dalam keadaan terbuka. Satu kali kejadian lagi, saya akan laporkan masalah ini ke pihak kepolisian,” ungkapnya kepada wartawan.

Roman berharap agar Pemerintah Daerah dan stakeholder terkait dapat lebih memperhatikan masalah ini.

“Karena bagaimanapun cara kami dari pihak PLTA Bakaru menjaga dengan baik aset milik negara ini tanpa keterlibatan pemerintah untuk memperhatikannya, itu sia-sia adanya,” tambahnya.

Baca juga :  Kebakaran Hebat di Penajam Paser Utara, Dua Anak Meninggal Dunia dan Satu Ibu Alami Luka Bakar

Roman juga meminta agar petugas keamanan, termasuk Satpol-PP dan bagian Patroli Keliling Polres Mamasa, memasukkan stasiun pembaca curah hujan dalam titik pemantauan keamanan. Lokasi tersebut sering menjadi tempat berkumpulnya anak remaja dan pasangan muda, serta dinding stasiun yang penuh dengan coretan vandalisme. (Antyka)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami