BANGKALAN,GEMADIKA.com – Ratusan warga Kelurahan Kemayoran dan sekitarnya memadati pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kegiatan yang di hadiri orang nomer satu di Jawa Timur tersebut terselenggara di Depan Perumahan Grand Kemayoran Bangkalan, Senin (06/07/26).
Beragam komoditas kebutuhan pokok dijual dengan harga dibawah harga pasaran mulai dari beras Rp 11 ribu per kg, telur ayam ras Rp20 ribu per kg, gula pasir Rp14 ribu per kg, minyak goreng senilai Rp13 ribu per liter.
Adapun tujuan di gelarnya kegiatan ini, agar dapat membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga serta menjaga kestabilan harga bahan pokok di tingkat masyarakat, hal ini menjadikan Pasar Murah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga.
Lurah Kemayoran R. Andi Irawan, S.H. mengucapkan terima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Timur dan Diskopumdag Bangkalan yang telah menghadirkan pasar murah di Kelurahan Kemayoran.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi untuk mengendalikan inflasi dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberi manfaat luas bagi masyarakat terutama warga kelurahan Kemayoran,” ungkap pria yang akrab di sapa Andi.
Andi juga merasa senang karena yang hadir tidak hanya dari Kelurahan Kemayoran dari luar Kemayoranpun berdatangan.
“Alhamdulillah warga sangat antusias dan tidak ada yang kecewa karena kita atur dengan sistem antrian sehingga semua dapat membeli sembako dengan harga murah,” tuturnya.
Tidak hanya kebutuhan pokok yang di jual dalam pasar murah, produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mulai dari olahan ikan seafood, kerupuk, minuman herbal, jajanan jahe, pentol, petis, ayam bakar, ikan bakar, salak, hingga camilan aneka olahan kue.
Aneka olahan makanan dan minuman tersebut sengaja dihadirkan di hadapan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, sebagai sampling untuk kepentingan misi dagang.
Dihadapan awak media Khofifah menjelaskan bahwa di setiap gelaran Pasar Murah selalu berkoordinasi dengan pihak terkait sebagai upaya menggerakkan sektor UMKM setiap daerah di Jawa Timur, sekaligus menjadi bagian dari proses pemilihan dan penilaian.
“Kenapa saya mengambil sampling-sampling? Karena kalau (produk UMKM) ini lolos kurasi, bisa ikut misi dagang. Kalau lolos kurasi dan ada permintaan dari provinsi lain atau bahkan ekspor, kami sudah tahu sumber-sumbernya,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga membagikan secara gratis puluhan beras SPHP 5kg dan telur 1/2 kg kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia.
“Stabilsasi harga dan pengendalian inflasi itu penting. Tapi di luar itu, bagaimana kita memberikan penguatan produk UMKM. Terutama saat kita sambil keliling, melihat mana yang punya potensi untuk dilakukan kurasi. Sehingga marketnya bisa lebih luas lagi,” tutupnya. (nardi)


