NAGAN RAYA, GEMADIKA.com – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Advokasi Keadilan Aceh (YLBH-AKA) Nagan Raya mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan audit menyeluruh terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SIM Nagan Raya. Hal ini dipicu oleh buruknya pelayanan dan dugaan penyelewengan anggaran di rumah sakit plat merah tersebut.
Berbagai keluhan masyarakat terus bermunculan, mulai dari ruang rawat inap yang tidak layak, AC tidak berfungsi, ketiadaan gorden, hingga tempat tidur tanpa sprei. Yang paling mengkhawatirkan adalah terjadinya kelangkaan cairan infus untuk pasien yang sedang dirawat.
“Kami meminta kepada Kapolres Nagan Raya, Polda Aceh, Kejari, dan Inspektorat Nagan Raya untuk melakukan audit menyeluruh terkait penggunaan anggaran beberapa tahun belakangan ini, baik anggaran belanja barang habis pakai dan juga anggaran pemeliharaan gedung dan bangunan,” tegas Muhammad Dustur, Direktur Eksekutif YLBH-AKA Nagan Raya saat ditemui di kantornya, Selasa (18/02).
Permasalahan tidak hanya berhenti pada fasilitas dan pelayanan. Berdasarkan informasi yang dihimpun GEMADIKA.Com, para petugas kebersihan (cleaning service) di RSUD SIM Nagan Raya juga belum menerima honor selama tiga bulan terakhir.
Situasi ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidakberesan dalam pengelolaan anggaran rumah sakit yang menjadi tumpuan pelayanan kesehatan masyarakat Nagan Raya tersebut. (Rahmat P Ritonga)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan