YOGYAKARTA, GEMADIKA.com — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menyampaikan kritik terbuka terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang mengirim siswa nakal ke barak militer sebagai bentuk pembinaan disiplin.
Pernyataan itu disampaikan Cak Imin saat menghadiri sebuah acara di Yogyakarta, Jumat (9/5/2025).

Ia menyatakan ketidaksetujuannya secara terbuka, sekaligus mempertanyakan dasar ide kebijakan tersebut.

“Ya itu saya tidak tahu, karena saya juga tidak mengerti kenapa idenya,” kata Cak Imin kepada wartawan di sela-sela acara.

Baca juga :  Jalan Randublatung-Cepu Segera Diperbaiki, Pemprov Jateng Siapkan Anggaran Rp5,2 Miliar

Pernyataan ini berbeda dengan sikap aktivis HAM Natalius Pigai, yang sebelumnya diketahui tidak menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan tersebut. Cak Imin menilai bahwa pendekatan militeristik dalam pembinaan anak-anak sekolah bukanlah solusi yang ideal.

Menurutnya, pendidikan karakter harus dilakukan dengan pendekatan psikologis dan edukatif, bukan dengan cara-cara keras yang dapat berdampak pada psikologi anak.

Baca juga :  Bersama Komunitas Off-road Dandim Grobogan Dampingi Danrem 073/Makutarama Tinjau Brigif TP di Geyer

Kebijakan Dedi Mulyadi ini memang sempat menuai kontroversi di ruang publik. Banyak pihak yang mendukung demi menanamkan kedisiplinan, namun tidak sedikit pula yang menilai langkah tersebut terlalu ekstrem dan berpotensi melanggar hak anak.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kritik yang disampaikan oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat tersebut.
di kutip dari : inews

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami