BATAM, GEMADIKA.com – Suasana mencekam menyelimuti persimpangan lampu merah Vitka, Tiban, Sekupang, Jumat (2/5) sore ketika sebuah lori pengangkut barang bernomor polisi BP 8094 ZH meluncur tak terkendali menghantam tiga sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah.
Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.50 WIB ini menyebabkan satu korban meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka serius.
Kristian Natanael Parhusip, pekerja muda asal Cipta Land Sekupang, tewas di lokasi kejadian. Sementara adiknya, Roy, saat ini masih berjuang antara hidup dan mati dalam kondisi koma di Rumah Sakit BP Batam (RSBP).
“Kami kenal sama adiknya karena sering main bareng. Kalau abangnya kami nggak begitu kenal,” ujar Robert, salah satu teman korban, saat ditemui di RSBP, Jumat malam.
Berdasarkan rekonstruksi kejadian, lori berwarna putih tersebut melaju dari arah Sekupang menuju Batam Center. Saat menuruni jalan sebelum lampu merah Vitka, kendaraan tiba-tiba meluncur dengan kecepatan tinggi.
Diduga mengalami rem blong, sopir kehilangan kendali dan membanting setir ke arah lampu merah BNI Tiban Center. Nahas, tiga sepeda motor yang sedang berhenti di lampu merah ikut dihantam dan diseret beberapa meter.
“Saya lihat sekitar jam lima sore. Mobil itu menabrak trotoar dulu, lalu menghantam tiga motor dan menyeretnya,” ujar Yanto, warga sekitar lokasi kejadian.
Dedi, saksi mata lainnya, menambahkan bahwa kondisi lalu lintas saat itu cukup padat dengan beberapa kendaraan sudah berhenti karena lampu merah menyala. “Tiba-tiba mobil itu meluncur kencang. Suaranya keras, orang-orang langsung berteriak. Tiga motor diseret, tubuh korban terpental. Ngeri sekali,” jelasnya dengan suara bergetar.
Para korban dilaporkan mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh. Salah satu korban bahkan mengeluarkan darah dari kepala sebelum dievakuasi warga. Sementara itu, satu korban lain mengalami patah tulang kaki dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Linda, seorang warga setempat, mengatakan bahwa jalanan menurun dari arah Sekupang menuju Batam Center memang kerap menjadi titik rawan kecelakaan.
“Kalau kendaraan besar seperti lori bermasalah dengan rem, sangat berbahaya di jalur ini,” katanya.
Menurut Robert, kedua korban bersaudara sehari-hari bekerja sebagai buruh angkut barang di wilayah Bengkong. Ketika kecelakaan terjadi, keduanya tengah dalam perjalanan menuju tempat kerja dari rumah mereka di Cipta Land.
“Katanya mereka memang mau ke Bengkong sore itu,” lanjutnya.
Akibat kecelakaan tersebut, arus lalu lintas dari arah Sekupang menuju Batam Center lumpuh selama lebih dari satu jam. Polisi bersama warga mengevakuasi korban dan kendaraan, serta mengatur lalu lintas untuk mengurai kemacetan.
Petugas Unit Laka Lantas Polresta Barelang telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan membawa sopir lori ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Hingga berita ini ditulis, identitas sopir belum dirilis secara resmi.
Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom, membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas di Simpang Tiban Indah melibatkan satu unit lori dan tiga sepeda motor. Korban telah dibawa ke rumah sakit. Sudah ditangani unit Lantas Polresta Barelang,” ujarnya.
Pantauan di kamar jenazah RSBP, jenazah Kristian sudah dibawa ke ruang forensik. Puluhan kerabat dan teman berdatangan untuk memberi penghormatan terakhir. Beberapa di antaranya masih tampak tak percaya dengan kejadian tragis tersebut.
“Pagi kami masih sempat ketemu. Tiba-tiba sore dengar kabar begini. Nggak nyangka,” ujar salah seorang rekan korban dengan mata berkaca-kaca.
Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan, termasuk memeriksa kondisi kendaraan serta keterangan sopir lori yang kini ditahan untuk proses investigasi lebih lanjut.
(Mond)




