PAPUA, GEMADIKA.com – Suasana hangat dan penuh senyum menyambut kedatangan para prajurit TNI dari Pos Gome Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti saat mereka melaksanakan anjangsana ke Kampung Wako, Distrik Gome, Papua.
Misi mereka kali ini bukan sekadar menjaga keamanan, namun juga menyalakan semangat belajar anak-anak pedalaman dengan membagikan berbagai sarana pendidikan, Selasa (06/05/2025).
Di tengah panorama pegunungan Papua yang menawan, terjalin kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Para prajurit TNI yang biasa bertugas mengamankan perbatasan, kini hadir dengan misi berbeda – membawa secercah harapan melalui peralatan pendidikan yang sangat dibutuhkan generasi muda setempat.
Dengan penuh ketulusan, para prajurit membagikan buku bacaan, alat tulis, dan pakaian sekolah kepada anak-anak yang selama ini terbatas akses terhadap pendidikan. Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga kampung. Anak-anak terlihat sangat gembira menerima buku dan perlengkapan belajar, bahkan beberapa langsung membolak-balik halaman buku dengan penuh rasa ingin tahu.

Letnan Dua Infanteri Daniel, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen Satgas Yonif 700/WYC dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.
“Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci masa depan. Meskipun sederhana, kami ingin anak-anak di Kampung Wako tahu bahwa mereka tidak sendiri. Kami hadir untuk mendukung mereka,” ujar Letda Inf Daniel.
Bantuan pendidikan yang disalurkan meliputi puluhan buku cerita, ratusan buku tulis, alat tulis lengkap, dan seragam sekolah yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang proses belajar di kampung yang terletak jauh dari pusat kota ini. Terpancar kebahagiaan dari raut wajah anak-anak yang berkerumun mengelilingi para prajurit, seolah menggambarkan betapa berharganya perhatian yang mereka terima.
Tidak hanya dari pihak TNI, apresiasi juga datang dari warga setempat. Seorang orang tua yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan rasa syukurnya atas dedikasi para prajurit TNI yang tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat dan penggerak perubahan di wilayah mereka.
“Anak-anak kami jarang sekali dapat perhatian seperti ini. Terima kasih banyak untuk bapak-bapak tentara yang sudah peduli. Kami sangat bersyukur,” katanya.
Program anjangsana ini merupakan bagian dari upaya TNI menjalankan fungsi pembinaan teritorial (Binter) yang tidak hanya fokus pada aspek keamanan tetapi juga kesejahteraan rakyat, khususnya di wilayah perbatasan dan pedalaman yang masih membutuhkan perhatian ekstra dari pemerintah.
Kegiatan ini bukan hanya memperkuat hubungan emosional antara aparat dan masyarakat, tetapi juga menjadi contoh nyata bahwa kehadiran TNI di tanah Papua bukan sekadar membawa senjata, melainkan juga membawa harapan dan masa depan yang lebih cerah. (Tuah Sembiring)





Tinggalkan Balasan Batalkan balasan