KUDUS, GEMADIKA.com – Tragedi area tambang tanah urug di Desa Hongosoco, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, setelah tragedi kecelakaan kerja yang menewaskan seorang supir truk pada Minggu (25/5/2025) siang.

Korban yang merupakan warga Desa Kandangmas tewas setelah terjepit di antara truk akibat kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan berat.

Detik-detik mengerikan tersebut terekam dalam video berdurasi 1 menit 45 detik yang kini beredar luas di berbagai platform media sosial. Rekaman yang viral itu menunjukkan kronologi lengkap kejadian yang bermula saat truk berkepala kuning sedang berhenti di area loading.

Dalam cuplikan video tersebut, tampak dua pekerja berada di atas truk sedang menutup muatan tanah urug dengan terpal biru. Namun, keadaan berubah drastis ketika truk yang berhenti tersebut tiba-tiba melaju ke depan tanpa kendali. Diduga kuat, dorongan terjadi karena truk lain menabrak dari arah belakang.

Pasca-tabrakan, video memperlihatkan pemandangan yang memilukan. Dua orang pekerja tampak menggotong seorang pria berkaos putih yang terkapar di tanah, diduga korban yang terhimpit di antara truk. Sementara pada menit ke-1:36, tiga pekerja lainnya terlihat berusaha mengevakuasi supir truk yang kondisinya terjepit di atas kendaraan.

Baca juga :  Komnas Perempuan Tolak Hukuman Kebiri untuk Tersangka Kasus Santriwati di Pati, Soroti Aspek HAM dan Pemulihan Korban

Camat Jekulo, Agus Susanto, mengkonfirmasi tragedi yang mengguncang dunia industri tambang lokal ini.

“Benar (Ada yang tewas) satu orang supir asal Hongosoco. Kejadian itu terjadi pada Minggu siang itu,” katanya, dikutip dari Radarkudus.

Agus menjelaskan bahwa selain korban jiwa, terdapat satu orang lainnya yang mengalami luka-luka akibat peristiwa nahas tersebut. Kedua korban langsung mendapat penanganan medis dan dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

“Jadi korban tidak seketika meninggal di lokasi. Korban sempat dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya dengan nada prihatin.

Terkait kronologi detail kecelakaan kerja yang mencekam ini, Agus memaparkan bahwa tragedi bermula dari dugaan rem blong pada salah satu truk saat menuruni jalan keluar tambang. Kondisi jalan yang menurun membuat truk kehilangan kendali dan menghantam truk yang berada di depannya.

Baca juga :  Yayasan HB Pemilik SPPG Di Senopo Timur Tidak Pernah Ijin Lingkungan

“Truk tersebut menghantam truk yang ada di depannya. Oleh sebab itu, kecelakaan tersebut tidak bisa terhindarkan. Akibat hal itu, supir terhimpit di atas kendaraan,” jelasnya mengenai mekanisme kecelakaan.

Dampak tabrakan berantai ini sangat fatal. Supir truk yang mengalami rem blong terhimpit di atas kendaraannya, sementara supir yang berada di posisi depan terjepit di antara truk paling depan dan tengah dalam posisi yang sangat kritis.

Merespons kejadian yang menggemparkan warga setempat ini, pihak kecamatan telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Kasus ini kini tengah ditangani secara serius oleh Polres Kudus untuk mendalami penyebab pasti dan menentukan langkah hukum selanjutnya.

Kecelakaan ini menjadi pengingat akan pentingnya penerapan protokol keselamatan kerja yang ketat di area pertambangan, khususnya terkait perawatan kendaraan berat dan prosedur operasional standar untuk mencegah tragedi serupa terulang di masa mendatang. (*)

Untuk Informasi dan Layanan Tentang Kami Klik Kontak Kami