CIAMIS, GEMADIKA.com – Sebuah video pertemuan tak terduga antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) dengan seorang kakek berseragam polisi di jalanan Ciamis menjadi viral di media sosial.
Kejadian yang bermula dari perjalanan menuju acara HUT Ciamis ini mengungkap kisah mengharukan tentang dedikasi seorang warga yang rela mengatur lalu lintas tanpa imbalan.
Kejadian bermula ketika KDM dalam perjalanan menuju acara peringatan HUT Ciamis. Di sebuah tikungan menanjak yang cukup sempit, sang gubernur melihat pemandangan yang membuatnya penasaran – seorang kakek berseragam polisi tengah mengatur arus lalu lintas dengan sigap.
Lokasi tersebut memang strategis dan cukup berbahaya. Jalanan yang sempit dan berkelok membuat truk-truk besar kesulitan bermanuver.
Di sinilah kakek yang kemudian diketahui bernama Masro berdiri, mengatur lalu lintas dengan dedikasi tinggi.
Rasa penasaran KDM membuat gubernur tersebut menghentikan kendaraannya dan mendekati Masro untuk bertanya langsung.
Dalam dialog yang terekam video, KDM melakukan tanya jawab mendalam dengan Masro. Gubernur menanyakan asal-usul seragam polisi berpangkat brigadir yang dikenakan kakek tersebut.
Masro dengan jujur mengaku mendapatkan seragam tersebut dari Polres Ciamis. Dia menyebut dirinya sebagai “banpol” atau bantuan polisi yang bertugas membantu mengatur lalu lintas di lokasi tersebut.
Yang lebih mengejutkan, Masro mengaku melakukan tugas ini secara sukarela tanpa mendapat bayaran sepeser pun. Namun ketika ditanya lebih lanjut, Masro tidak bisa menunjukkan surat tugas atau SK resmi yang mengangkatnya sebagai bantuan polisi.
KDM dengan tegas menyampaikan bahwa penggunaan seragam polisi tanpa dasar hukum yang jelas merupakan pelanggaran. Namun, alih-alih memberikan hukuman, gubernur justru menunjukkan sisi humanisnya.
“Naik dulu ke mobil,” ajak KDM kepada Masro.
Dalam mobil, KDM memberikan sejumlah uang kepada kakek tersebut. Gubernur menyebutkan bahwa uang tersebut untuk bekal hidup dan biaya sekolah anak Masro, menunjukkan apresiasi terhadap niat baik sang kakek meski dilakukan dengan cara yang tidak tepat.
Video yang diunggah KDM di media sosialnya langsung menjadi viral dan banyak dibagikan oleh berbagai akun.
Netizen memberikan respons beragam, dengan banyak yang menyoroti pengakuan Masro tentang seragam yang diperoleh dari polisi dan tugasnya mengatur lalu lintas tanpa dasar hukum yang jelas.
Kejadian ini memunculkan diskusi publik tentang prosedur pengangkatan bantuan polisi dan pentingnya koordinasi yang baik antara kepolisian dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas. (*)




